Kabupaten Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Terjadi aksi demo besar-besaran di depan PT. Paiho, Desa Sukamulya, Cikembang, Kecamatan Cikembar, demo tersebut di lakukan oleh ratusan warga, mereka menggelar aksi damai di persis didepan pabrik pada Kamis (26/6/2025).
Awak media telusurbisnis.com saat itu sedang melintas terlihat aksi demo tersebut, para pendemo seedang menyuarakan aspirasi mereka kepada pihak manajemen PT.Paiho, ini adalah bentuk protes mereka terhadap sistem rekrutmen Tenaga Harian Lepas (THL) yang mereka nilai diskriminatif serta merugikan warga lokal.
Para massa aksi demo ini juga serta membawa spanduk dan baliho yang bertuliskan tuntutan serta kecaman, yaitu “Aliansi Masyarakat Sukamulya Menolak Eksploitasi Borongan”, “Stop Adu Domba Kami”, “PT Deswita Pemakan Gaji Tenaga Harian Lepas, RIP Kesejahteraan THL”. Ujar Eden Suhendar selaku koordinator aksi kepada awak media.
Lebih lanjut ia menegaskan bahwasannya warga menolak keras praktik rekrutmen THL yang dilakukan secara tidak sangat transparan. Eden juga menegaskan ia menilai banyak tenaga kerja lokal diperlakukan sangat tidak adil juga tidak mendapatkan hak normatif sebagai pekerja.
Selanjutnya para tenaga THL ini tidak memiliki status kerja yang jelas, sebab tidak ada perjanjian hitam di atas putih, bahkan tidak mendapat hak dasar seperti upah layak, sistem penggajian resmi, serta jatah makan. Lalu banyak dari mereka juga diberhentikan sepihak tanpa alasan yang jelas , ucap Eden kepada wartawan.
Didalam aksi damai tersebut para massa menuntut beberapa poin yaitu :
1. Pengangkatan seluruh THL menjadi karyawan tetap, Prioritaskan rekrutmen bagi warga Desa Sukamulya
2. Memenuhi hak normatif pekerja sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan serta Penghapusan praktik percaloan tenaga kerja di lingkungan pabrik.
Lebih lanjut Eden berujar bahwasannya aksi damai ini murni merupakan bentuk keprihatinan terhadap nasib para pekerja lokal yang selama ini termarjinalkan.
Kepala Desa Sukamulya, Dudun Ibrahim, memberitahukan adanya aksi ini memang benar adanya, beliau menyampaikan bahwa terdapat dua kelompok warga yang terlibat dalam aksi, yaitu kelompok yang menolak dan kelompok yang mendukung sistem THL di PT Paiho.
“Sebenarnya ada dua kubu hari ini. Yang satu menuntut perubahan sistem THL, yang satu lagi mendukung. Ini menunjukkan adanya kegelisahan dan perbedaan pandangan di tengah masyarakat,” ujar Dudun saat dikonfirmasi.
Dudun membenarkan munculnya aksi demo ketegangan ini tidak lepas dari minimnya transparansi dan dugaan pembiaran oleh oknum lembaga desa terkait mekanisme rekrutmen tenaga kerja.
Beliau menyerukan agar tidak terjadi lagi gesekan antar kelompok warga serta meminta aparat serta pihak perusahaan segera mencari solusi yang adil.
“Harapan saya, tidak ada konflik horizontal. Dan semoga praktik pungutan liar berkedok pengurusan lamaran kerja benar-benar diberantas,” tegasnya.
Dari aksi demo damai tersebut ia menyoroti sangat pentingnya perbaikan sistem ketenagakerjaan di wilayah industri, terutama dalam memberikan kesempatan yang adil bagi warga lokal. ***
