Besok Presiden Luncurkan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih, Simbol Kebangkitan Ekonomi Rakyat

Bayu Hidayah
3 Min Read

Jakarta, TELUSURBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto siap meluncurkan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih besok, Senin 21 Juli 2025, secara simbolis dari Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 80.000 koperasi akan dibentuk serentak di seluruh Indonesia—menandai era baru ekonomi kerakyatan yang mengakar dari desa

Dalam rapat terbatas yang digelar siang ini di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Prabowo memimpin langsung pembahasan final kesiapan peluncuran koperasi tersebut. Hadir secara fisik dan daring, para menteri kunci Kabinet Merah Putih seperti Jaksa Agung ST Burhanuddin, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menkop Budi Arie, Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), hingga Wamenkop Ferry Juliantono.

“Koperasi Desa Merah Putih bukan hanya program, tapi gerakan. Ini bentuk nyata gotong royong untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan ekonomi yang berpihak pada rakyat,” ujar Prabowo dalam keterangan tertulis Sekretariat Kabinet, Minggu 20 Juli 2025.

Pusat Ekonomi Baru dari Pinggiran

Prabowo menegaskan, koperasi ini akan menjadi lokomotif ekonomi desa yang menghidupkan semangat kekeluargaan, saling membantu, dan kemandirian. Melalui pendekatan berbasis komunitas, Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menjadi garda depan dalam meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, hingga UMKM.

Selain koperasi, rapat terbatas juga membahas isu pangan strategis lainnya: dari ketersediaan beras nasional hingga pembangunan kampung nelayan. Bahkan, Presiden menyinggung rencana pemberian pendidikan lanjutan bagi para ekonom muda Indonesia.

“Kita ingin membangun dari bawah. Dari desa, dari nelayan, dari pasar rakyat. Koperasi adalah alat perjuangan ekonomi kita,” ujar Prabowo dalam forum internal.

Kolaborasi Besar, Gerakan Nasional

Program Koperasi Merah Putih ini melibatkan lintas kementerian dan lembaga: dari Kemenko Pangan, Kemenkop, Kemendes, hingga Bappenas dan Kemendagri. Tim Satgas Koperasi dibentuk untuk menjamin integrasi program lintas sektor.

Tak hanya pemerintah, sederet BUMN turut ambil bagian: BRI, Mandiri, BNI, Pupuk Indonesia, Pertamina, Telkom, Pos Indonesia, hingga Bulog. Mereka berperan dalam penyediaan modal, pelatihan SDM, hingga distribusi logistik.

Peluncuran masif koperasi ini menjadi babak baru dalam peta kebijakan nasional—menggeser paradigma pembangunan dari pusat ke desa, dari elit ke rakyat, dari teori ke praktik.

Dengan 80.000 koperasi sebagai tulang punggung, Prabowo ingin memastikan bahwa desa bukan lagi tertinggal, tapi justru menjadi jantung ekonomi nasional.

“Kita bangun kedaulatan ekonomi dari akar rumput. Saatnya desa bersuara, desa berjaya,” kata Prabowo Subianto. ***

 

Share This Article
Leave a comment