Pasar dan Terminal Cikampek Ditata Ulang! Jalan Hotmix Segera Mulus

Bayu Hidayah
3 Min Read

Karawang, TELUSURBISNIS.COM – Pemandangan tak biasa terlihat di sepanjang akses menuju Terminal Cikampek. Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) tampak dengan sukarela membongkar sendiri lapaknya. Bukan karena digusur, melainkan sebagai bentuk dukungan terhadap proyek peningkatan jalan dan perbaikan saluran air yang akan segera digarap Pemerintah Kabupaten Karawang.

Proyek revitalisasi ini bukan proyek ecek-ecek. Jalan sepanjang 57 meter dengan lebar 11 meter akan dipoles ulang dengan aspal hotmix. Selain itu, saluran drainase yang selama ini tersumbat pun akan dinormalisasi.

Semua ini dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang dengan anggaran Rp189 juta lebih, bersumber dari APBD 2025.

“Proyek ini mencakup dua pekerjaan utama: perbaikan jalan melalui skema Penunjukan Langsung (PL), dan normalisasi drainase lewat swakelola,” jelas Tri Winarno, Kabid Jalan dan Jembatan PUPR Karawang.

Proyek ini ditargetkan rampung dalam 45 hari kerja, dimulai dengan pembongkaran lapak dan pembersihan area.

Hebatnya, proses pembongkaran lapak berjalan lancar tanpa keributan. Mayoritas PKL membongkar sendiri lapaknya, sebuah pemandangan langka di tengah proyek-proyek perkotaan yang kerap menuai protes.

“Alhamdulillah, proses berjalan kondusif. Ini bentuk kesadaran dan partisipasi pedagang terhadap pembangunan,” kata Usep Supriatna, Camat Cikampek.

Usep menambahkan, drainase di kawasan ini sudah lama bermasalah. Karena itu, perbaikan jalan saja tidak cukup—sistem saluran air juga dibenahi agar tak lagi menimbulkan genangan saat hujan deras melanda.

“Ke depannya, area ini akan steril dari PKL. Pasukan biru dari PUPR akan turun langsung untuk aspal dan pembersihan,” tegasnya.

Di sisi lain, dukungan datang dari Paguyuban Pedagang Pasar Cikampek I. Sang ketua, Ado Nasilan, menyebut para pedagang menerima perubahan ini sebagai bagian dari proses menuju pasar yang lebih tertib dan modern.

“Para pedagang paham kok. Bahkan banyak yang membongkar lapaknya tanpa disuruh. Ini bentuk dukungan terhadap peningkatan infrastruktur,” kata Ado.

Ia juga menegaskan, bila ke depan pemerintah melakukan relokasi, para pedagang siap mengikuti, asal tempat relokasinya layak dan strategis.

Meski belum dapat memastikan jumlah total lapak yang terdampak, Ado menyebut mayoritas PKL di sana bersifat musiman dan dadakan. Sementara anggota aktif paguyubannya berjumlah sekitar 150 orang.

Untuk memastikan proses pembongkaran berjalan aman, Satpol PP Kecamatan Cikampek turut menurunkan personel ke lokasi.

“Hari ini kami turunkan enam anggota untuk monitoring pembongkaran lapak mandiri,” ujar Ade S, perwakilan Satpol PP setempat.

Sementara itu, Tri Winarno dari PUPR menutup dengan harapan besar:

“Kami ingin proyek ini membawa manfaat jangka panjang. Jalan ke Terminal Cikampek harus lebih lancar, aman, dan nyaman bagi semua,” katanya. ***

 

 

 

Share This Article
Leave a comment