Kabupaten Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Di tengah geliat pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal, Kabupaten Sukabumi punya satu destinasi yang layak diacungi jempol: Desa Wisata Cisande.
Terletak di Kampung Karadenan, Kecamatan Cicantayan, desa ini menjadi magnet wisata dengan memadukan agrowisata, ekowisata, hingga wisata edukasi dalam satu kawasan terpadu.
Tak heran, Desa Cisande berhasil masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI)—ajang prestisius Kemenparekraf yang menyorot desa-desa terbaik dalam pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat.
Berdiri di atas lahan seluas 4 hektare, Desa Wisata Cisande dimanfaatkan secara maksimal untuk berbagai kegiatan edukatif. Di antaranya, edukasi pertanian, hingga program character building atau pembentukan karakter, yang menyasar anak-anak, pelajar, hingga komunitas.
“Kesan pertama begitu sampai di sini sangat menyejukkan mata. Alamnya indah, udaranya segar, dan banyak aktivitas edukatif buat anak-anak maupun orang dewasa,” ujar Farel, salah satu pengunjung, Rabu (6/8/2025).
Tak hanya menyuguhkan pemandangan dan aktivitas edukatif, Cisande juga menawarkan petualangan seru yang memacu adrenalin. Salah satunya adalah river tubing di saluran irigasi dengan debit air tinggi yang mengalir deras di tengah desa.
Selain itu, pengunjung juga bisa mencoba wahana seperti flying fox, serta program camping sekolah dan pelatihan berbasis alam.
“Saya sudah beberapa kali datang ke sini. Favorit saya itu tubing dan camping karakter. Seru banget! Anak-anak jadi belajar sambil main di alam,” kata Dede, pengunjung asal Sukabumi.
Sementara itu, Encep, warga setempat, menambahkan bahwa Desa Cisande juga memiliki kekayaan budaya dan spiritual yang menjadikan desa ini sebagai destinasi yang cocok untuk wisata keluarga dan refleksi diri.
Mulai dari wisatawan keluarga, pelajar, hingga komunitas-komunitas pencinta alam dan pendidikan karakter, Desa Wisata Cisande menjadi pilihan ideal untuk healing dan belajar dalam satu waktu.
Konsep terpadu yang diusung desa ini menjadikannya contoh sukses bagaimana wisata bisa dikelola secara inklusif dan berkelanjutan. ***
