Dari Tepi TPA Jadi Juara: Cerita Desa Wisata Situ Darwin yang Ubah Sampah Jadi Paving Block

Bayu Hidayah
3 Min Read

Karawang, TELUSURBISNIS.COM – Siapa sangka, desa yang lokasinya bersebelahan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang justru berhasil mengharumkan nama Karawang di tingkat Jawa Barat?

Itulah Desa Wisata Situ Darwin, Desa Pangulah Utara, Kecamatan Kotabaru, yang baru saja menyabet Juara 2 Desa Wisata Jawa Barat dalam peringatan Hari Pariwisata Sedunia 2025.

Bagi masyarakat setempat, prestasi ini bukan sekadar soal piala. Ada cerita perjuangan, kreativitas, dan keberanian mengubah stigma sampah menjadi potensi ekonomi.

Dari Sampah Jadi Solusi

Sekretaris Pokdarwis Situ Darwin, Ahmad Azmi Gusmilar, mengungkapkan bahwa lomba desa wisata tingkat provinsi mengharuskan setiap peserta membuat proyek ramah lingkungan.

Alih-alih bingung, warga Situ Darwin langsung menemukan ide: sampah plastik diolah jadi paving block untuk jalur jogging di kawasan wisata.

“Banyak yang mengira wisata dekat TPA itu negatif. Tapi kami justru melihat peluang. Kalau bahan plastik kurang, kami malah bisa minta suplai dari TPA. Jadi sampah bukan masalah, tapi solusi,” ujar Azmi, Senin (29/9/2025).

Meski saat ini produksi baru sebatas percobaan, antusiasme warga cukup tinggi. Tantangannya ada di fasilitas.

“Kami butuh mesin, gedung, dan tempat produksi. Kalau ada dukungan, paving block ini bisa diproduksi massal sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga,” tambahnya.

Dukungan Penuh Pemerintah

Keberhasilan Situ Darwin tak lepas dari sinergi berbagai pihak. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karawang (Disparbud) rutin melakukan pembinaan, sementara warga solid membangun komunitas melalui Fordesta dan Pokdarwis.

Bahkan, Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disparbud Karawang, Lusi Asela, dinobatkan sebagai salah satu mentor terbaik di Jawa Barat.

Kepala Disparbud Karawang, Abas Sudrajat, menyebut semangat warga sebagai kunci keberhasilan.

“Kami selalu dorong desa wisata agar berani mengembangkan potensinya, sehingga punya daya tarik dan daya tawar lebih kuat,” katanya.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Pangulah Utara. Kepala Desa, Ade Trisna Sutrisna, menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan Pokdarwis dan BUMDes.

“Kalau sampah hanya dibuang ke TPA, itu bukan solusi. Tapi kalau diolah jadi produk ekonomis, manfaatnya nyata untuk desa. Kami siap memasukkan program ini ke agenda resmi desa,” ucapnya.

Bukan Sekadar Juara

Selain proyek sampah, Situ Darwin juga mencatatkan nilai tinggi di sistem Jabar Korporat berkat konsistensi mengikuti materi, ujian, hingga pertemuan daring sepanjang Agustus lalu. Semua itu menambah poin yang mengantarkan Situ Darwin ke posisi runner-up.

Bagi masyarakat Pangulah Utara, capaian ini lebih dari sekadar gelar juara.

“Harapan kami, Situ Darwin bisa lebih tertata, lebih berkembang, dan jadi sumber pendapatan asli desa. Prestasi ini jangan sampai berhenti di tengah jalan,” tutup Azmi.

Kini, dari tepi TPA, Situ Darwin justru melahirkan inspirasi: bahwa desa wisata bisa bangkit dengan modal kreativitas, gotong royong, dan keberanian memandang masalah sebagai peluang. ***

Share This Article
Leave a comment