Karawang, TELUSURBISNIS.COM – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi (UIT) Jawa Bagian Tengah, bersama Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Karawang, secara resmi meluncurkan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL PLN Tahun 2025.
Kegiatan berlangsung di Ponpes Sayad, Jalan Leuweung Seureuh, Desa Lemahmulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Selasa 14 Oktober 2025, mengusung tema Digitalisasi Pendidikan Pondok Pesantren Saung Yatim dan Dhuafa’.
Acara launching dihadiri General Manager UIT Jawa Bagian Tengah Handy Wihartady, Manajer PLN UPT Karawang Harry Gumilang, Sekretaris Camat Majalaya Dodo Iskandar, S.IP, perangkat desa, serta sejumlah tamu undangan.
Dalam sambutannya, Handy Wihartady menjelaskan, program TJSL merupakan bentuk nyata kepedulian PLN terhadap masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“TJSL bukan hanya tentang menyalurkan listrik, tapi juga tentang bagaimana kami membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat di berbagai sektor,” ujar Handy.
Menurutnya, program TJSL di Pondok Pesantren Sayad difokuskan pada digitalisasi pendidikan untuk meningkatkan kemampuan pengajar dan santri agar siap menghadapi kebutuhan dunia kerja di masa depan.
“Untuk wilayah Karawang, kami fokus pada bidang pendidikan. Namun di wilayah lain seperti Sukabumi dan Bekasi, TJSL diarahkan untuk mendukung sektor pertanian,” tambahnya.
Melalui program ini, PLN memberikan sejumlah fasilitas pendukung pendidikan di Pondok Pesantren Sayad, antara lain laboratorium komputer, lapangan olahraga, program penghijauan, dan ruang belajar baru.
Handy menegaskan bahwa Pondok Pesantren Sayad menjadi salah satu penerima manfaat TJSL untuk pertama kalinya di tahun ini.
“Jika fasilitas yang diberikan dimanfaatkan dengan baik, kami tidak menutup kemungkinan untuk meningkatkan dukungan di tahun-tahun berikutnya,” jelasnya.
Senada itu, Manajer PLN UPT Karawang Harry Gumilang, mengatakan, peluncuran program TJSL 2025 ini, sekaligus PLN komitmen PLN untuk hadir sebagai mitra pembangunan.
“PLN akan terus hadir sebagai mitra pembangunan berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat di berbagai sektor, khususnya pendidikan,” ucapnya.
Sementara, Pengasuh Pondok Pesantren Modern Sayad, Sunarto Majid atau akrab disapa Ayah Narto, menyampaikan apresiasi atas kepedulian PLN terhadap dunia pendidikan pesantren.
“Kami tidak pernah bermimpi akan memiliki laboratorium komputer, tapi PLN mewujudkannya bahkan sebelum kami bermimpi,” ungkap Ayah Narto penuh haru.
Ia berharap dukungan tersebut dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan santri agar lebih siap menghadapi tantangan di era digital. (Mustapid)


