Dorong Belanja Daerah, Bupati Sukabumi Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi 2025

Prima Arno Meidiandi
3 Min Read

Kabupaten Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Upaya menjaga stabilitas harga dan mendorong laju ekonomi nasional terus digencarkan pemerintah. Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Sekretaris Daerah H. Ade Suryaman dan jajaran Forkopimda ikut serta dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025 yang digelar secara virtual di Command Center Setda Palabuhanratu, Senin (20/10/2025).

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Fokus pembahasan: percepatan realisasi belanja daerah agar ekonomi tetap berputar dan inflasi terkendali.

Dalam arahannya, Mendagri Tito menekankan pentingnya pengelolaan keuangan daerah yang efisien. Ia mengingatkan masih ada daerah dengan pendapatan tinggi, namun serapan anggarannya minim.

“Kalau uangnya hanya disimpan di kas daerah, dampaknya tidak terasa bagi masyarakat. Belanjakan sesuai perencanaan, jangan menumpuk di rekening,” tegas Tito.

Kemendagri juga menyoroti percepatan penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK). Daerah diminta segera menyiapkan petunjuk teknis (juknis) agar program-program pembangunan dapat segera berjalan.

Sementara itu, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan bahwa perekonomian nasional masih berada di jalur positif. Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025 tercatat 5,2 persen, dengan inflasi terkendali di level 2,65 persen — salah satu yang terendah di antara negara-negara G20.

“Daya beli masyarakat tetap kuat dan pertumbuhan ekonomi berjalan sehat. Tapi kami ingin hasilnya juga dirasakan di tingkat daerah,” ujarnya.

Purbaya menegaskan, pemerintah pusat membutuhkan peran aktif daerah untuk memastikan perputaran ekonomi terasa hingga ke masyarakat bawah.

“Kalau ada anggaran, segera eksekusi. Pertumbuhan ekonomi tak boleh hanya berhenti di angka, tapi juga dirasakan rakyat,” tambahnya.

Secara nasional, kontribusi Pulau Jawa masih mendominasi dengan pangsa 56,9 persen terhadap ekonomi nasional, ditopang sektor pengolahan. Sementara Sumatera dan Kalimantan tumbuh lewat sektor pertanian dan perdagangan, namun ke depan diharapkan bisa memperkuat sektor lain agar pertumbuhan lebih merata.

Dari sisi inflasi, tren di daerah terpantau stabil. Sebanyak 30 dari 38 provinsi mencatat inflasi positif, hanya Maluku Utara yang mengalami sedikit deflasi.

Rakor ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Sukabumi, untuk mempercepat realisasi program pembangunan dan memastikan setiap rupiah anggaran memberi manfaat nyata bagi masyarakat. ***

Share This Article
Leave a comment