Fakta Terbaru Kasus Bullying Siswi MTs di Sukabumi: Ibu Korban Sempat Mengadu ke Wali Kelas

Prima Arno Meidiandi
2 Min Read

Kabupaten Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM — Fakta baru terungkap dalam kasus dugaan perundungan (bullying) terhadap almarhumah AK (14), siswi MTs Negeri 3 Sukabumi yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. Sebelum peristiwa tragis itu terjadi, ibu korban ternyata sempat menemui wali kelas anaknya untuk mengeluhkan kondisi sang putri yang merasa tertekan di lingkungan sekolah.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi, usai melayat ke rumah duka di Kecamatan Cikembar, Rabu (29/10/2025). Ferry mengaku mendengar langsung pengakuan tersebut dari ibu korban.

“Barusan saya bersama Pak Kadus dan rekan-rekan mendengar langsung dari ibu korban. Ia sempat menyampaikan keluhannya kepada wali kelas, kalau tidak salah namanya Ibu Dewi, mengenai kondisi anaknya yang sering merasa tertekan setiap pulang sekolah,” ujar Ferry.

Menurut keterangan ibu korban yang disampaikan kepada Ferry, wali kelas sempat merespons keluhan tersebut dan berjanji akan menindaklanjutinya.

“Kata wali kelasnya, ‘iya akan ditindaklanjuti dan dibicarakan, kemungkinan kepada terduga pelakunya.’ Itu disampaikan sebelum kejadian,” tutur Ferry menirukan penuturan ibu korban.

Ferry menambahkan, korban sering mengeluh setiap pulang sekolah dan bahkan sempat mengutarakan keinginannya untuk pindah sekolah karena merasa tidak tahan dengan perlakuan yang diterimanya. Namun, keinginan itu belum dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga.

“Anaknya sering bilang ingin pindah sekolah, tapi karena faktor ekonomi, ibunya belum bisa memenuhi keinginan itu. Akhirnya sang ibu mencoba menghubungi wali kelas dan mengeluhkan perlakuan yang diterima putrinya. Dugaan sementara, tekanan yang dialami korban berasal dari lingkungan sekitar sekolah,” jelas Ferry.

Sebagai Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry menegaskan pihaknya akan mengawal proses hukum dan memastikan penanganan kasus ini berjalan sesuai aturan.

“Kami menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme yang berlaku. Tapi saya tidak sepakat jika memang ada indikasi bullying yang menyebabkan korban meninggal, namun tidak ada tindakan tegas terhadap pelaku,” tegasnya. ***

 

Share This Article
Leave a comment