BPBD Sukabumi Imbau Warga Tetap Waspada Hadapi Cuaca Ekstrem

Prima Arno Meidiandi
2 Min Read

Kabupaten Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana menyusul intensitas hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah Sukabumi dalam beberapa hari terakhir.

Melalui laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB), BPBD mencatat sejumlah kejadian bencana alam yang terjadi pada Minggu (2/11/2025). Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan tanah longsor, banjir, dan cuaca ekstrem di beberapa kecamatan.

Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti seluruh laporan dengan melakukan pemantauan di lapangan melalui petugas P2BK di setiap kecamatan.

“Kami mencatat tiga kejadian longsor, lima wilayah terdampak cuaca ekstrem, dan satu titik banjir di Kecamatan Cibadak. Seluruhnya sudah ditangani dengan pemantauan langsung oleh petugas,” ujar Daeng, Senin (3/11/2025).

Adapun lokasi longsor terjadi di Kampung Datarkopi, Desa Sukajaya, Kecamatan Pabuaran, Kampung Lemahputih, Desa Ambarjaya, Kecamatan Ciambar, dan Kampung Ciseupan, Desa Boyongsari, Kecamatan Bantargadung.

Sementara itu, wilayah yang dilaporkan terdampak cuaca ekstrem meliputi Kecamatan Jampangtengah, Cikembar, Parungkuda, Kabandungan, dan Waluran. Kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Sukabumi hingga kini masih tergolong tidak stabil.

Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah Sukabumi berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada siang hingga malam hari.

“Suhu udara berkisar 23°C dengan kelembapan mencapai 93 persen. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama di daerah rawan longsor dan bantaran sungai,” kata Daeng.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Sukabumi terus melakukan pemantauan intensif melalui jaringan komunikasi P2BK se-Kabupaten, media sosial, dan frekuensi radio Ratel I di 164.365 MHz. Pemantauan risiko bencana juga dilakukan melalui aplikasi InaRisk, InaSafe, dan InaWare BNPB.

“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur di lapangan. Kami minta masyarakat segera melapor kepada aparat desa atau petugas bila melihat tanda-tanda potensi bencana,” tegasnya.***

 

Share This Article
Leave a comment