TELUSURBISNIS.COM – Beternak itik petelur merupakan peluang usaha yang menjanjikan, terutama bagi pemula yang ingin mulai dari skala kecil. Dengan perencanaan yang tepat, peternak bisa memaksimalkan produktivitas itik sejak awal.
Kandang yang nyaman dan bersih akan membantu menjaga kesehatan itik, sementara manajemen suhu, pencahayaan, dan sirkulasi udara akan memengaruhi tingkat stres serta kualitas produksi telur.
Tak kalah penting, pemilihan bibit unggul menentukan performa itik dalam jangka panjang, sehingga hasil yang diperoleh bisa lebih konsisten dan efisien.
Selain itu, pakan berkualitas menjadi kunci produktivitas itik petelur. Kombinasi pakan yang seimbang, mulai dari konsentrat, dedak, hingga tambahan vitamin dan mineral, akan mendorong itik menghasilkan telur secara optimal.
Di sisi lain, strategi pemasaran yang tepat membantu memastikan hasil panen terserap pasar dengan baik. Anda bisa menjual langsung ke konsumen, memasok ke warung makan, atau bekerja sama dengan pengepul.
Dengan pengelolaan yang rapi dan pemasaran yang terarah, usaha itik petelur berpotensi berkembang stabil dan menghasilkan keuntungan jangka panjang.
Persiapan Ini Penting Kamu Tahu
1. Tentukan Dulu Skala dan Tujuan Usaha
Langkah pertama adalah menentukan mulai dari berapa ekor dan tujuan peternakan.
Kalau masih pemula, 20–50 ekor itu sudah cukup untuk belajar. Kalau ingin lebih serius, mulainya bisa 100 ekor ke atas.
Tentukan juga mau fokus
Telur konsumsi
Telur asin
Atau pengembangan bibit
Tujuan awal ini mempengaruhi jenis itik yang dipilih, model kandang, sampai kebutuhan pakan.
2. Pilih Jenis Itik Petelur yang Produksinya Stabil
Ada beberapa jenis itik yang terkenal rajin bertelur:
Mojosari: rajin bertelur, tahan penyakit
Alabio: ukuran telur besar
MA (Mojosari-Alabio) : favorit peternak pemula, produksinya tinggi
Untuk hasil maksimal, pilih itik betina umur 4–5 bulan, sehat, lincah, bulu mengkilap, dan tidak cacat.
3. Siapkan Kandang yang Nyaman, Bersih, dan Tidak Lembap
Kandang adalah faktor penentu kesehatan dan produktivitas. Tidak perlu mewah, yang penting bersih, kering, dan berventilasi.
Beberapa poin penting
Kepadatan ideal: 1 m² untuk 3–4 ekor
Penerangan: minimal 14 jam/hari agar produksi telur stabil
Tempat pakan & minum: harus cukup, jangan sampai rebutan
Drainase: pastikan air mudah mengalir agar kandang tidak becek
Jika lahan sempit, kandang panggung minimalis sangat cocok karena hemat tempat dan mudah dibersihkan.
4. Pakan Berkualitas = Telur Melimpah
Itik petelur membutuhkan pakan tinggi protein untuk menjaga produksi.
Standar pakan: protein 17–20%.
Kombinasinya bisa berupa:
Ransum pabrikan
Jagung giling
Dedak/bekatul
Ikan rucah atau keong
Sisa sayur dapur
Tambahkan vitamin dan probiotik 1–2 kali seminggu agar itik tetap sehat dan rajin bertelur.
5. Jaga Kesehatan dan Kebersihan
Masalah umum dalam ternak itik biasanya muncul dari kandang lembap dan sanitasi buruk. Maka penting untuk melakukan:
Vaksin berkala
Pembersihan kandang rutin
Pemisahan itik sakit
Pembuangan limbah yang tidak mengganggu lingkungan
Kandang yang bersih mengurangi risiko penyakit dan membuat itik nyaman, yang ujungnya meningkatkan produksi.
6. Persiapan Panen Telur
Itik biasanya mulai bertelur di umur 5–6 bulan.
Siapkan wadah khusus untuk mengumpulkan telur agar tidak retak atau kotor. Panen bisa dilakukan pagi hari atau dua kali sehari agar telur tetap segar.
Kalau ingin nilai jual lebih tinggi, bisa diarahkan ke produksi telur asin premium atau telur bebek khusus kuliner.
7. Rencanakan Jalur Pemasaran Sejak Awal
Memiliki jalur pemasaran jauh sebelum panen adalah kunci kesuksesan. Beberapa target bisa Anda bidik:
Penjual telur di pasar
Produsen telur asin
Warung makan
Toko roti
Jual via media sosial dan grup WhatsApp
Dengan pasar yang jelas, Rotasi telur Anda akan cepat dan tidak ada yang menumpuk.
8. Siapkan Modal Awal
Untuk skala kecil 50 ekor, estimasi kebutuhan modal biasanya meliputi:
Bibit itik
Bahan kandang
Lampu & peralatan minum
Pakan 1–2 bulan pertama
Vitamin dan vaksin
Modal bisa disesuaikan dengan kapasitas lahan dan tujuan usaha. (*)
