Rahasia Sukses Beternak Itik Petelur di Lahan Sempit, Modal Kecil Cuan Gede

Bayu Aria
5 Min Read
Ilustrasi seorang peternak itik petelur panen telur.

TELUSURBISNIS.COM – Beternak itik petelur merupakan peluang usaha yang menjanjikan, terutama bagi pemula yang ingin mulai dari skala kecil. Dengan perencanaan yang tepat, peternak bisa memaksimalkan produktivitas itik sejak awal.

Kandang yang nyaman dan bersih akan membantu menjaga kesehatan itik, sementara manajemen suhu, pencahayaan, dan sirkulasi udara akan memengaruhi tingkat stres serta kualitas produksi telur.

Tak kalah penting, pemilihan bibit unggul menentukan performa itik dalam jangka panjang, sehingga hasil yang diperoleh bisa lebih konsisten dan efisien.

Selain itu, pakan berkualitas menjadi kunci produktivitas itik petelur. Kombinasi pakan yang seimbang, mulai dari konsentrat, dedak, hingga tambahan vitamin dan mineral, akan mendorong itik menghasilkan telur secara optimal.

Di sisi lain, strategi pemasaran yang tepat membantu memastikan hasil panen terserap pasar dengan baik. Anda bisa menjual langsung ke konsumen, memasok ke warung makan, atau bekerja sama dengan pengepul.

Dengan pengelolaan yang rapi dan pemasaran yang terarah, usaha itik petelur berpotensi berkembang stabil dan menghasilkan keuntungan jangka panjang.

Persiapan Ini Penting Kamu Tahu

1. Tentukan Dulu Skala dan Tujuan Usaha

Langkah pertama adalah menentukan mulai dari berapa ekor dan tujuan peternakan.
Kalau masih pemula, 20–50 ekor itu sudah cukup untuk belajar. Kalau ingin lebih serius, mulainya bisa 100 ekor ke atas.

Tentukan juga mau fokus

Telur konsumsi

Telur asin

Atau pengembangan bibit

Tujuan awal ini mempengaruhi jenis itik yang dipilih, model kandang, sampai kebutuhan pakan.

2. Pilih Jenis Itik Petelur yang Produksinya Stabil

Ada beberapa jenis itik yang terkenal rajin bertelur:

Mojosari: rajin bertelur, tahan penyakit

Alabio:  ukuran telur besar

MA (Mojosari-Alabio) :  favorit peternak pemula, produksinya tinggi

Untuk hasil maksimal, pilih itik betina umur 4–5 bulan, sehat, lincah, bulu mengkilap, dan tidak cacat.

3. Siapkan Kandang yang Nyaman, Bersih, dan Tidak Lembap

Kandang adalah faktor penentu kesehatan dan produktivitas. Tidak perlu mewah, yang penting bersih, kering, dan berventilasi.

Beberapa poin penting

Kepadatan ideal: 1 m² untuk 3–4 ekor

Penerangan: minimal 14 jam/hari agar produksi telur stabil

Tempat pakan & minum: harus cukup, jangan sampai rebutan

Drainase: pastikan air mudah mengalir agar kandang tidak becek

Jika lahan sempit, kandang panggung minimalis sangat cocok karena hemat tempat dan mudah dibersihkan.

4. Pakan Berkualitas = Telur Melimpah

Itik petelur membutuhkan pakan tinggi protein untuk menjaga produksi.
Standar pakan: protein 17–20%.

Kombinasinya bisa berupa:

Ransum pabrikan

Jagung giling

Dedak/bekatul

Ikan rucah atau keong

Sisa sayur dapur

Tambahkan vitamin dan probiotik 1–2 kali seminggu agar itik tetap sehat dan rajin bertelur.

5. Jaga Kesehatan dan Kebersihan

Masalah umum dalam ternak itik biasanya muncul dari kandang lembap dan sanitasi buruk. Maka penting untuk melakukan:

Vaksin berkala

Pembersihan kandang rutin

Pemisahan itik sakit

Pembuangan limbah yang tidak mengganggu lingkungan

Kandang yang bersih mengurangi risiko penyakit dan membuat itik nyaman, yang ujungnya meningkatkan produksi.

6. Persiapan Panen Telur

Itik biasanya mulai bertelur di umur 5–6 bulan.
Siapkan wadah khusus untuk mengumpulkan telur agar tidak retak atau kotor. Panen bisa dilakukan pagi hari atau dua kali sehari agar telur tetap segar.

Kalau ingin nilai jual lebih tinggi, bisa diarahkan ke produksi telur asin premium atau telur bebek khusus kuliner.

7. Rencanakan Jalur Pemasaran Sejak Awal

Memiliki jalur pemasaran jauh sebelum panen adalah kunci kesuksesan. Beberapa target bisa Anda bidik:

Penjual telur di pasar

Produsen telur asin

Warung makan

Toko roti

Jual via media sosial dan grup WhatsApp

Dengan pasar yang jelas, Rotasi telur Anda akan cepat dan tidak ada yang menumpuk.

8. Siapkan Modal Awal

Untuk skala kecil 50 ekor, estimasi kebutuhan modal biasanya meliputi:

Bibit itik

Bahan kandang

Lampu & peralatan minum

Pakan 1–2 bulan pertama

Vitamin dan vaksin

Modal bisa disesuaikan dengan kapasitas lahan dan tujuan usaha. (*)

Share This Article
Leave a comment