Kabupaten Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Dua kasus penyakit langka yang muncul di Kecamatan Sukaraja dan Kabandungan membuat DPRD Kabupaten Sukabumi angkat suara. Ketua Komisi IV DPRD, Ferry Supriadi, mendesak Pemkab Sukabumi segera turun tangan memberikan penanganan medis dan pendampingan penuh kepada para pasien.
Ferry menyampaikan desakan itu pada Jumat (28/11/2025) setelah menerima laporan kondisi tiga warga yang menderita kelainan kesehatan belum terdiagnosis secara pasti.
“Pemerintah daerah harus cepat hadir. Ini urusan nyawa dan kualitas hidup warga. Negara tidak boleh terlambat,” tegas Ferry.
Kakak Beradik di Sukaraja Derita Penyakit Misterius, Pertumbuhan Terhambat
Kasus pertama dialami dua kakak beradik, Raisa dan Meisya, warga Kampung Ngaweng, Desa Sukaraja. Keduanya mengalami kelainan fisik yang menghambat pertumbuhan dan aktivitas harian. Hingga kini, kondisi mereka masih menjadi misteri karena belum ada diagnosis medis yang jelas.
Keluarga sudah membawa kedua anak itu menjalani serangkaian pemeriksaan, termasuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Namun dokter belum dapat memastikan jenis penyakitnya tanpa pemeriksaan genetik, yang hanya bisa dilakukan di luar negeri.
“Biaya tes genetik sekitar Rp7–10 juta dan tidak ditanggung BPJS. Ini tentu menjadi beban berat bagi keluarga,” kata Ferry.
Puskesmas Sukaraja disebut telah mendampingi keluarga sejak awal, namun keterbatasan biaya dan belum adanya hasil pasti membuat penanganan belum optimal.
Ahmad Jaelani Penuh Benjolan di Tubuh, Kondisi Kian Memburuk
Kasus kedua dialami Ahmad Jaelani, warga Kampung Cisapi, Desa Mekarjaya, Kecamatan Kabandungan. Mantan karyawan Chevron itu mengalami pertumbuhan benjolan di hampir seluruh tubuhnya. Kondisinya makin parah dari hari ke hari dan membatasi kemampuan beraktivitas.
Jaelani sudah menjalani operasi di RS Sekarwangi dan RSUD R. Syamsudin SH (Bunut), namun benjolan terus tumbuh kembali dan semakin besar.
Ferry menyebut keluarga Jaelani sudah menghabiskan hampir seluruh aset untuk biaya pengobatan.
“Mobil dan aset keluarga sudah habis. Kondisi ini sangat memprihatinkan,” ujar Ferry.
DPRD Akan Kawal Penanganan, Pemerintah Diminta Tak Tutup Mata
Ferry menegaskan Komisi IV DPRD akan mengawal langkah pemerintah hingga kedua kasus ini mendapatkan kepastian medis dan solusi yang layak.
“Kami meminta dinas terkait mengawal sampai tuntas, baik dari sisi medis maupun sosial. Diagnosis harus jelas agar pilihan pengobatannya tepat,” ucapnya.
Ia mengingatkan bahwa kehadiran negara sangat dibutuhkan terutama bagi warga yang tengah menghadapi risiko kesehatan tinggi.
“Pemerintah jangan lelah melayani masyarakat. Kami akan terus mengawasi agar solusi terbaik segera diberikan,” pungkasnya.***


