BI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5 Persen, Jabar Gaspol Akhir Tahun

Bayu Aria
2 Min Read
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (ist)

Bandung, TELUSURBISNIS.COM – Bank Indonesia atau BI  Jawa Barat bersama Pemprov Jabar tancap gas mendorong ekonomi daerah, menjelang tutup tahun 2025. Targetnya cukup ambisius, pertumbuhan ekonomi bisa menyentuh batas atas proyeksi, yaitu 5,5 persen.

Langkah ini dibahas dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Jawa Barat yang fokus pada tiga sektor utama yakni pariwisata, otomotif dan properti.

Deputi Kepala BI Jabar Muslimin Anwar menjelaskan, meski ekonomi Jabar di triwulan III 2025 sedikit melambat ke 5,20 persen, angkanya tetap lebih kinclong dibanding nasional yang hanya 5,04 persen. Dengan kondisi itu, BI optimistis pertumbuhan setahun penuh akan berada di kisaran 4,7 –5,5 persen.

Untuk mengejar angka optimal, BI mengusung semangat “Tangguh dan Mandiri” lewat berbagai stimulus. Sektor pariwisata diusulkan mendapat libur bersama khusus Jabar plus kampanye “Bangga Berwisata di Jawa Barat” dan “Bangga Buatan Jawa Barat”.

Tujuannya sederhana, mendorong masyarakat liburan dan belanja di daerah sendiri menjelang Natal dan Tahun Baru.

Di sektor otomotif, strategi yang didorong antara lain diskon akhir tahun dari produsen mobil, potensi pemutihan atau diskon PKB dari Pemprov, hingga skema bunga khusus untuk Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dari perbankan.

Sementara untuk properti, fokusnya lebih ke kelas menengah atas dengan nilai di atas Rp 2 miliar. Stimulus yang ditawarkan berupa diskon dari pengembang, potongan BPHTB dari 5 persen menjadi 4 persen atau bahkan 2,5 persen, dan bunga KPR yang lebih ramah.

Dari sisi pemerintah daerah, Asda Ekonomi dan Pembangunan Jabar, Sumasna, menilai tantangan terbesar justru ada di sektor Industri Pengolahan yang tumbuh di bawah rata-rata.

Meski begitu, Pemprov siap membahas dan mengawal berbagai stimulus, terutama yang melibatkan kewenangan kabupaten/kota seperti pengurangan BPHTB.

Ia juga menegaskan pentingnya UMKM dan desa wisata sebagai motor ekonomi lokal. Kontribusinya besar terhadap lapangan kerja, sehingga pengembangan sektor ini bakal terus didorong. “Kita harus gerak cepat supaya momentum akhir tahun benar-benar terasa,” ucap Sumasna. (*)

Share This Article
Leave a comment