Ngaku Dibegal Demi Tutupi Judi Online, Ojol di Ciambar Sukabumi Ketahuan Habiskan Uang Setoran

Prima Arno Meidiandi
2 Min Read

Kabupaten Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Ulah seorang pria berjaket ojek online (ojol) di Kabupaten Sukabumi bikin geleng-geleng kepala. Pria berinisial AK (39), warga Desa Ginanjar, Kecamatan Ciambar, nekat mengarang cerita menjadi korban begal demi menutupi uang setoran yang sudah ia habiskan untuk bermain judi online.

Drama itu pecah pada Rabu (26/11/2025) sekitar pukul 23.00 WIB. AK mengaku dibegal di Jalan Pasir Kerak, tepat di bawah kolong Tol Bocimi, Desa Cibunarjaya, Ciambar. Pengakuannya direkam warga dan videonya langsung berseliweran di Facebook, TikTok, hingga WhatsApp, memicu keresahan karena seolah-olah terjadi aksi kriminal di wilayah tersebut.

Dalam video itu, AK masih memakai helm dan jaket Grab, dikerubungi warga sambil bercerita dirinya dirampas oleh tiga motor dan diancam golok kecil. Ia mengaku tas berisi uang setoran raib setelah berkelahi dengan para pelaku.

Namun cerita itu cepat terbongkar. Untuk meredam keresahan warga, Polsek Nagrak memanggil AK untuk dimintai keterangan. Tetapi saat diperiksa, jawabannya berubah-ubah hingga menimbulkan kecurigaan.

Kapolsek Nagrak, Iptu Asep Suhriat, menyebut polisi akhirnya menemukan fakta sebenarnya: AK tidak pernah dibegal. Uang setoran COD hasil pengantaran paket—sekitar Rp3,2 juta—ternyata dihabiskan untuk deposit judi online.

“Uangnya dari paket itu dipakai untuk judi online. Jadi dia bikin video klarifikasi seolah dibegal,” ujar Asep, Jumat (28/11/2025).

Kanit Reskrim Polsek Nagrak, Aipda Andi Sukanda, menambahkan, riwayat transaksi QRIS untuk deposit slot ditemukan dalam ponsel AK. Dari total setoran Rp3,2 juta, sekitar Rp2,9 juta sudah ludes untuk bermain judi online. Sisanya hanya recehan yang tak bisa disetorkan via ATM.

Karena desakan pihak ekspedisi yang meminta setoran, AK panik dan membuat skenario pembegalan palsu sebagai alasan.

Atas pengakuan hoaks itu, warga sempat dibuat cemas. Polisi akhirnya meminta AK membuat video klarifikasi dan permintaan maaf untuk diluruskan kembali ke publik melalui media sosial.***


Share This Article
Leave a comment