Ancol Tetap Optimis Sambut Libur Nataru Meski Prediksi Pengunjung Turun di 2025

Bayu Aria
2 Min Read
Foto ilustrasi trafik dalam kondisi menurun.

Jakarta, TELUSURBISNIS.COM – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJAA) mulai bersiap menghadapi tahun yang tidak terlalu cerah. Sepanjang Januari–Oktober 2025, Ancol baru dikunjungi 7,57 juta wisatawan, jauh dari target tahun penuh yang dipatok hanya 9,38 juta.

Angka itu pun masih lebih rendah dibanding realisasi 2024 yang mencapai 9,98 juta pengunjung. “Kami juga kena imbasnya. Situasi ekonomi tahun ini membuat kunjungan tidak setinggi sebelumnya,” ujar Direktur Utama PJAA, Winarto, Rabu 3 Desember 2025.

Mengutip bisnis, Winarto mengatakan itu dalam paparan publik, mengakui kondisi daya beli masyarakat yang belum pulih menjadi penyebab turunnya trafik.

Tak hanya jumlah pengunjung, laporan keuangan PJAA juga menunjukkan tekanan di berbagai lini bisnis. Pendapatan hingga kuartal III/2025 tercatat Rp798,52 miliar, turun 9,40% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Segmen pariwisata, yang menjadi tulang punggung Ancol merosot paling tajam, anjlok lebih dari 40% menjadi Rp 567,76 miliar. Segmen real estat serta perdagangan dan jasa juga ikut menurun. Alhasil, laba bersih PJAA di kuartal III hanya Rp 58,62 miliar, turun hampir separuh dari 2024.

Meski begitu, manajemen Ancol masih menaruh harapan besar pada momen libur Natal dan Tahun Baru. Sejumlah acara dan hiburan disiapkan untuk menarik lebih banyak pengunjung.

PJAA menargetkan 750.000–800.000 wisatawan selama libur Nataru 2025–2026, yang diharapkan mampu menyumbang sekitar 10% pendapatan tahunan perusahaan.

Dengan strategi penyegaran wahana dan event akhir tahun, Ancol berharap dapat menutup 2025 dengan catatan yang lebih baik, setidaknya sebelum menyambut babak baru di 2026. (*)

Share This Article
Leave a comment