Saham Marvell Turun Lagi, Rumor Perselingkuhan Teknologi Memanas
Industri chip global kembali panas setelah saham Marvell turun signifikan akibat isu terbaru yang menyeret nama Microsoft dan Broadcom. Pasar dibuat gelisah karena laporan yang menyebut raksasa perangkat lunak itu mempertimbangkan Broadcom sebagai mitra baru untuk pengembangan chip AI. Tidak mengherankan jika saham Marvell turun dengan cepat, apalagi rumor tersebut datang di tengah kompetisi ketat industri semikonduktor.
Laporan awal dari The Information memicu kegaduhan besar. Disebutkan bahwa Microsoft telah membuka diskusi teknis dengan Broadcom untuk mengerjakan chip khusus masa depan, langkah yang dianggap dapat menjauhkan perusahaan dari kemitraannya dengan Marvell. Hanya dalam beberapa jam, reaksi pasar membuat saham Marvell turun tajam dan meninggalkan banyak investor dengan tanda tanya besar.
Sementara itu, Broadcom meraih keuntungan langsung. Harga sahamnya melonjak, memperlihatkan bahwa rumor saja bisa menciptakan kepercayaan baru bagi investor yang percaya Broadcom siap menjadi pemain yang lebih dominan dalam lanskap chip AI. Pergerakan ini mencerminkan betapa sensitifnya pasar ketika isu teknologi kelas tinggi muncul.
Benchmark Menambah Tekanan, Saham Marvell Turun Bertubi-Tubi
Kondisi makin sulit bagi Marvell ketika Benchmark mengambil langkah mengejutkan. Analis senior Cody Acree menurunkan rating Marvell dari buy menjadi hold dan menghapus target harga perusahaan. Keputusan itu datang setelah melakukan serangkaian pertemuan industri di Silicon Valley yang mengungkap dinamika penting yang sebelumnya tidak terlihat.
Acree menyatakan memiliki keyakinan kuat bahwa Marvell kehilangan desain chip Trainium 3 dan Trainium 4 Amazon kepada Alchip Technologies dari Taiwan. Jika benar, kehilangan proyek tersebut akan menjadi pukulan telak bagi bisnis AI Marvell yang sedang tumbuh. Karena itulah saham Marvell turun semakin jauh.
Ia menilai pertumbuhan unit XPU Marvell akan melambat menjadi 20% pada 2026. Proyeksi ini jauh dari ekspektasi sebelumnya yang lebih optimis. Pasar menanggapi prediksi ini dengan negatif, membuat saham Marvell turun lagi pada sesi perdagangan berikutnya. Semua faktor ini memperkuat persepsi bahwa tekanan jangka panjang mungkin tidak bisa dihindari.
JPMorgan Masih Optimistis, Menganggap Rumor sebagai “Kebisingan”
Namun, tidak semua analis berpandangan negatif. Harlan Sur dari JPMorgan tetap mempertahankan rating overweight untuk Marvell dengan target harga 130. Sur menilai laporan kehilangan proyek Microsoft dan Amazon sebagai “gangguan pasar” yang belum terbukti. Menurutnya, program chip khusus Marvell dengan kedua perusahaan besar itu masih berjalan normal.
Pernyataan tersebut membuat sebagian investor merasa lebih tenang, meskipun belum cukup kuat untuk mencegah saham Marvell turun pada perdagangan harian. Sur menekankan bahwa tidak ada bukti bahwa Marvell kehilangan pangsa pasar pada lini ASIC generasi sekarang maupun generasi berikutnya. Ia bahkan menyebut kerja sama Marvell dengan Amazon dan Microsoft masih “intact”.
Tetap saja, optimisme ini hanya memberikan bantalan kecil bagi Marvell. Pasar tampaknya lebih fokus pada risiko daripada jaminan. Kombinasi rumor, tekanan analis, dan kompetisi industri membuat saham Marvell turun terus dalam beberapa hari terakhir.
Spekulasi Negatif Diprediksi Menghantui Sepanjang Tahun
Jordan Klein dari Mizuho Securities memberikan analisis yang lebih realistis. Ia menilai spekulasi negatif semacam ini bisa menekan performa saham Marvell selama satu tahun penuh. Menurutnya, rumor sering kali meninggalkan jejak panjang, terutama dalam industri sekompetitif chip AI.
Klein menambahkan bahwa Microsoft mungkin ingin Broadcom menjadi pemasok kedua demi mengurangi ketergantungan pada Marvell. Strategi ini sangat logis bagi perusahaan skala besar. Namun, dampaknya tetap sama: saham Marvell turun akibat persepsi risiko meningkat.
Selain itu, ia memperingatkan bahwa pemain lain seperti Nvidia, TSMC, dan Alchip terus berkembang cepat di pasar chip AI khusus. Marvell harus berinovasi lebih agresif agar tidak kehilangan momentum. Jika tidak, potensi saham Marvell turun bisa menjadi ancaman jangka panjang.
Reaksi Cepat Pasar Saham: Angka Berbicara
Pada hari ketika rumor merebak, pasar bergerak dinamis:
- Saham Marvell turun 7% dan ditutup pada angka 92.
- Saham Broadcom naik 2,8% hingga mencapai 401,10.
Angka ini menghadirkan gambaran jelas bahwa pasar memercayai rumor lebih cepat dari klarifikasi resmi perusahaan. Respons tajam seperti ini bukan hal baru, tetapi tetap menjadi sinyal kuat bahwa investor semakin sensitif terhadap perubahan kecil dalam ekosistem chip AI.
Makna Penting Bagi Investor: Risiko dan Peluang
Dengan saham Marvell turun berulang kali, banyak investor kini menilai kembali portofolio mereka. Beberapa melihat situasi ini sebagai risiko jangka panjang, sementara yang lain menganggapnya sebagai peluang membeli di harga lebih rendah. Kedua pandangan punya dasar kuat.
Jika Microsoft benar mempertimbangkan Broadcom, Marvell akan menghadapi persaingan lebih sengit. Namun jika rumor itu tidak terbukti, saham Marvell turun saat ini bisa menciptakan peluang emas bagi investor jangka panjang.
Faktanya, industri chip AI diprediksi tumbuh pesat hingga beberapa tahun ke depan. Meski tertekan, Marvell tetap memiliki teknologi kuat dan portofolio luas. Pilihan kini ada di tangan investor: melihat saham Marvell turun sebagai ancaman atau kesempatan.
