Banjir Bandang Kembali Terjang Nyalindung Sukabumi, Jembatan Penghubung Antar Desa Putus Total

Bayu Aria
3 Min Read

Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Kabupaten Sukabumi kembali dilanda banjir bandang. Kali ini, bencana tersebut menerjang Kecamatan Nyalindung pada Minggu malam, 28 Desember 2025, setelah hujan deras berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari.

Banjir bandang ini terjadi kurang dari satu bulan sejak peristiwa serupa melanda kawasan yang sama pada awal Desember lalu. Luapan Sungai Cimandiri yang meningkat drastis menghantam infrastruktur vital, termasuk jembatan penghubung antara Desa Wangunreja dan Desa Sukamaju.

Akibat terjangan arus deras bercampur lumpur dan material bebatuan, sebagian konstruksi jembatan ambruk dan hanyut. Putusnya jembatan tersebut membuat akses utama mobilitas warga dua desa terhenti total.

Dampak terparah dirasakan warga Kampung Karikil, Desa Bojongsari. Jalan utama menuju kampung tersebut terputus sehingga kendaraan dan pejalan kaki sama sekali tidak dapat melintas. Kondisi ini membuat warga sempat terisolasi dan kesulitan beraktivitas.

Hal serupa juga terjadi di Desa Wangunreja. Jembatan di desa itu terputus akibat banjir bandang. “Luapan air Sungai Cimandiri, menghantam sisi kanan jembatan hingga tidak lagi layak dilalui,” kata Kepala Desa Wangunreja, Ganda Permana, Senin 29 Desember 2025, saat meninjau lokasi.

Ganda menjelaskan hujan deras sejak Minggu sore menyebabkan debit Sungai Cimandiri melonjak tajam.

“Jembatan ini merupakan satu-satunya akses utama bagi warga Desa Wangunreja dan Sukamaju menuju pusat kota serta layanan publik. Dengan kondisi ini, aktivitas masyarakat benar-benar terhambat,” ujar Ganda saat meninjau lokasi.

Ia menambahkan, kondisi semakin sulit karena jalur alternatif melalui wilayah Cijangkar juga dilaporkan terdampak bencana serupa. Dampaknya terasa pada terhambatnya akses layanan kesehatan, distribusi logistik, hingga roda perekonomian warga.

Selain itu, curah hujan tinggi juga menyebabkan genangan air di sejumlah permukiman. Pemadaman listrik di beberapa desa di Kecamatan Nyalindung turut memperburuk situasi, terutama pada malam hari, karena minimnya penerangan menghambat pemantauan dan koordinasi penanganan di lapangan.

Hingga Senin pagi, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa. Warga masih bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu bantuan serta penanganan dari pemerintah daerah.

Ganda meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi segera turun tangan untuk melakukan pengecekan dan analisis teknis. Menurutnya, jalur jembatan Wangunreja–Sukamaju menjadi akses paling memungkinkan untuk segera diperbaiki karena sifatnya yang sangat vital. (*)

Share This Article
Leave a comment