Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Tembok Penahan Tanah atau TPT Jabar Istimewa di Desa Nyalindung yang baru rampung dikerjakan mengalami longsor dan memotong hampir separuh badan jalan. Hingga Senin 12 Januari 2026, petugas masih memberlakukan buka tutup jalan.
Informasi yang dihimpun, longsor terjadi Minggu 11 Januari 2026, pagi, di Kampung Langkop Desa Nyalindung Kecamatan Nyalindung.
Sampai Senin siang, petugas masih memberlakukan sistem buka tutup untuk mengantisipasi kemacetan yang terjadi akibat separuh badan jalan tertimbun longsor tembok penahan tanah (TPT) yang berada di Jalan Sukabumi – Sagaranten.
Sekedar informasi, TPT di jalan provinsi Sukabumi – Sagaranten bertuliskan tagline Jabar Istimewa ini belum lama rampung dibangun, sebelum mengalami longsor Minggu pagi.
Sementara itu warga sekitar, Desi Atrya Sudrajat (22), menyampaikan peristiwa tersebut diperkirakan terjadi saat hari masih gelap. “Longsornya kayaknya subuh, sekitar jam 4 pagi hari minggu,” ucap Desi, warga setempat, Senin 12 Januari 2026.
Desi pun menyebut sebelum longsor sekitar lokasi memang diguyur hujan terus menerus sejak Sabtu 10 Januari 2026. “Hujan dari Sabtu pagi tinggi, dan yang parah pas sabtu malam itu hujannya besar,” ungkapnya.
Bahkan menurutnya, sudah ada tanda-tanda longsor terlihat sejak beberapa hari lalu akibat curah hujan yang terus-menerus. “Emang dari beberapa hari sebelumnya juga udah terlihat mau longsor karena curah hujan tinggi,” lanjut Desi.
Walaupun demikian, kendaraan masih bisa melintas. Tetapi hanya satu lajur yang dapat dipakai. “kendaraan bisa lewat tapi hanya separuh jalan, jadi tutup buka, kan separuh juga cukup lega karena ada jalan coran.” bebernya.
Adapun panjang longsoran diperkirakan sekitar empat meter. “Kalo panjang longsornya sekitar 4 meteran, kalo ke bawahnya enggak tahu, itu kan bawahnya jurang,” katanya.
Berdasarkan catatan, kejadian serupa pernah terjadi pada Desember 2025 lalu. Lokasinya juga masih di lokasi yang sama, sebelum dilakukan perbaikan. (Andi)


