Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Seorang pria tua tidak dikenal mengamuk sambil mengacungkan kampak di Jalan Raya Nasional Cicurug, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, bikin heboh warga. Pria ini diduga pelaku aksi pelecehan seksual terhadap seorang penumpang angkot berinisial ILP (24).
Suami korban, Muhammad Ikbal (29), menceritakan bahwa peristiwa ini berawal dari saat sang istri menumpang angkot 09 rute Cibadak-Cicurug sekitar pukul 09.00 Wib. Saat berada di wilayah Sundawenang, Parungkuda, korban merasa dilecehkan seorang pria yang duduk di dalam angkot yang sama.
“Awalnya istri saya berangkat kerja naik angkot dari Cibadak ke Cicurug. Di dalam angkot itu ada pria yang melakukan pelecehan dua kali. Kejadiannya di sekitar Sundawenang, Parungkuda,” ujar Ikbal kepada awak media.
Selanjutnya Ikbal menuturkan, pria ini awalnya duduk berseberangan dengan istrinya. Namun setelah korban merasa risih dan berpindah tempat duduk ke belakang, pria tersebut kembali mendekat dan diduga mencoba melakukan hal serupa.
“Istri saya sudah merasa resah, lalu pindah ke belakang, tapi dia ikut lagi dan mau pegang lagi. Akhirnya istri saya menegur dan sempat terjadi adu cekcok,” ucap Ikbal.
Ketegangan pun terjadi dan memanas ketika pelaku memotret korban tanpa izin. Korban kemudian menuntut agar foto tersebut dihapus sebelum mereka turun dari angkot di depan sebuah toko di Kelurahan Cicurug.
Setibanya di Cicurug, si pelaku tidak terima saat ditegur justru semakin beringas. Ia tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam berupa kampak dari balik pakaiannya dan mulai mengamuk di depan umum.
“Warga yang ada di sekitar membantu istri saya karena situasinya sudah mulai ramai. Tiba-tiba pria itu mengeluarkan senjata tajam berupa kampak,” kata Ikbal.
Warga yang mencoba melerai keributan justru menjadi sasaran amukan pelaku. “Sudah ada penyerangan, cuma istri saya menghindar. Ayunannya hampir kena orang-orang sekitar. Istri saya juga panik sampai tangannya sempat kejepit motor di jalan saat menghindar,” tambahnya.
Akibat dari peristiwa ini korban mengalami trauma mendalam dan syok berat. Ikbal memastikan, kasus ini telah dilaporkan kepada pihak berwajib. Mengingat lokasi pelecehan dan pengancaman berada di dua wilayah hukum yang berbeda, penanganannya kini melibatkan Polsek Parungkuda dan Polsek Cicurug.
“Istri saya trauma sampai nangis dan langsung telepon saya. Saya saat itu di Tangerang lalu pulang ke Sukabumi. Sampai sekarang masih trauma,” ungkapnya. “Sudah ditanggapi Polsek Cicurug dan Polsek Parungkuda. Karena pelecehannya terjadi di wilayah Parungkuda, sedangkan kejadian pengancamannya di Cicurug.”
Ia berharap pelaku segera ditemukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi kepada orang lain, terutama terhadap perempuan. “Harapannya pelaku bisa segera ditemukan supaya tidak terjadi lagi ke orang lain, apalagi kepada perempuan,” pungkasnya. (Andi)


