Kasus Kematian Pria Dalam Bak Kamar Mandi di Rumah Kosong Terungkap

Prima Arno Meidiandi
3 Min Read

Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Akhirnya identitas dari seorang pria yang di temukan sudah tidak bernyawa lagi di dalam sebuah rumah kosong di dalam bak kamar mandi pada hari Minggu 15 Maret 2026 sekitar pukul 21.00 Wib terungkap.

Korban ditemukan tewas dengan posisi kepala terbenam dibawah kaki ke atas,
di Kampung Bantarbadak, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Diketahui korban bernama Awang Sofwa Naba (25 tahun), warga Kampung Lingkungsari, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak.

Kapolsek Cibadak Kompol Idji Djubaedi menyampaikan bahwa terungkapnya identitas korban setelah ada pihak keluarga datang ke RSUD Sekarwangi Cibadak untuk melakukan proses identifikasi, ujarnya Selasa (17/3/2026) saat di konfirmasi oleh media.

Selanjutnya Djubaedi menceritakan “Berawal ada dua orang yang
datang ke rumah sakit, mengaku teman korban setelah mereka mengenal fisik jenazah. Dua hari sebelumnya mereka mengaku sempat bertemu korban, tapi tidak menceritakan apa-apa. Setelah itu dari rumah sakit, mereka memberi kabar kepada ibu korban, akhirnya ibunya ke rumah sakit, dan setelah melihat (jenazah korban) diakuinya bahwa itu anaknya,” kata Djubaedi

Selanjutnya ia mengatakan bahwa pihak keluarga datang guna untuk memastikan identitas korban, dan mereka menolak untuk dilakukan prosedur autopsi lebih lanjut dan menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai takdir.

“Keluarga korban menolak autopsi dan menerima bahwa ini takdir karena korban ada sedikit depresi. Saat ini korban sudah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” jelas Djubaedi.

Lebih lanjut Djubaedi menyampaikan untuk meluruskan kabar yang sempat beredar di masyarakat tentang suara gaduh sebelum korban ditemukan jadi mayat di lokasi kejadian.

Menurutnya, warga saat itu mengira suara benturan dan teriakan dari rumah kosong yang kini menjadi Kantor Sekretariat Perikanan BUMDes Pamuruyan tersebut adalah gangguan makhluk halus.

“Bukan cekcok atau suara gaib. Rumah itu memang kosong, warga mendengar suara gaduh sejak sore hari. Diduga kuat itu adalah suara korban yang berteriak mengeluarkan kekesalan. Berdasarkan keterangan keluarga, korban memang sedang mengalami depresi,” ucapnya.

Djubaedi mengungkapkan, korban diduga sudah berada di dalam bangunan tersebut sejak sore hari sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia dengan posisi kepala terbenam di dalam bak air pada Minggu 15 Maret 2026.

Mengenai keadaan kondisi fisik korban, kepolisian memastikan tidak ditemukan adanya bekas luka akibat tindakan suatu kekerasan. Meskipun hasil visum resmi membutuhkan waktu beberapa hari, pemeriksaan luar menunjukkan kondisi tubuh korban dalam keadaan baik.

“Secara kasat mata tidak ditemukan bekas luka kekerasan. Hanya ada bekas di bagian dahi yang diduga akibat terbentur saat korban jatuh ke dalam bak. Jika ditemukan indikasi kekerasan, pasti akan kami autopsi,” pungkas Djubaedi. (Andi)

Share This Article
Leave a comment