Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Temuan menu MBG yang kurang pantas saat disajikan untuk para siswa terjadi lagi, peristiwa ini dikeluhkan oleh banyak orang tua murid, insiden ini terjadi di SDN CBM Pakujajar, Kota Sukabumi, yang sempat viral di media sosial, SPPG Citamiang memberikan tanggapannya mengenai masalah tersebut.
Kepala SPPG Citamiang, Ali Muhammad, menyampaikan bahwa keluhan yang disampaikan oleh para orang tua murid ialah merupakan hal yang wajar dan akan menjadi bahan evaluasi ke depannya, ucapnya Rabu 18 Maret 2026.
“Wajar saja sebagai orang tua murid melihat menu makanan yang tidak sesuai harapan, sah sah saja, untuk kami itu sebagai evaluasi untuk dapur agar kami bisa lebih baik lagi kedepannya,” ujarnya kepada media.
Selanjutnya Ali menerangkan, salah satu yang dipersoalkan yang terjadi sebelumnya adalah berkaitan dengan kualitas buah yang diberikan kepada siswa. Ia mengakui adanya kekurangan dalam penyajian, termasuk buah yang belum matang serta keterlambatan distribusi makanan.
“Memang kemarin ada kasus semangka yang kurang matang ya, dan ada sedikit keterlambatan dalam pengantaran, total penerima manfaat kami ada 3000 sehingga tidak mungkin kita mengemas secepat mungkin dengan asal asalan,” lanjutnya.
Terkait video viral yang memperlihatkan adanya bangkai cicak, Ali menegaskan bahwa pihaknya langsung melakukan penggantian menu saat kejadian tersebut diketahui. Ia juga memastikan bahwa cicak tersebut tidak berada di dalam makanan yang dikonsumsi siswa.
“Untuk video yang viral yang memperlihatkan adanya seekor cicak sebetulnya saat itu kami langsung melakukan penggantian menu, dan bisa dilihat dari menu yang kami berikan itu semua dibungkus plastik jadi makanan yang di dalam box itu kami kemas kembali, dan cicaknya di luar box, tidak di dalam menu, kami juga tidak habis pikir kenapa ada cicak di situ itu diluar dugaan dari kami, kami juga kaget semua,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ali menuturkan adanya tantangan dalam penyediaan bahan baku, khususnya buah-buahan, yang mana mengingat jumlah penerima manfaat yang cukup besar. Walaupun demikian, ia memastikan setiap bahan yang datang telah melalui proses pemeriksaan.
“Dengan begitu banyaknya dapur sebetulnya kami juga cukup kesulitan untuk mendapatkan bahan (buah buahan), setiap bahan datang kami selalu periksa, kami pastikan, kami ada tim juga untuk memilah kembali bahan (buah) kadang dalam pemilihan masih ada kesalahan dari relawan kami sehingga kami akan evaluasi itu,” ucapnya.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada para orang tua murid atas kejadian tersebut dan berkomitmen untuk terus memperbaiki kualitas layanan ke depan.
“Saya menerima apapun masukan, saran yang datang dari para orang tua murid, saya berterima kasih dan meminta maaf sebesar besarnya jika menu kami kurang diminati oleh anak anak, pasti akan menjadi bahan evaluasi ke depan,” pungkasnya. (Andi)


