Lebaran Pertama di Sukabumi Geger, Mac Ditemukan Meninggal di Rumahnya dengan Tubuh Membengkak

Prima Arno Meidiandi
2 Min Read
Petugas sedang melakukan evakuasi jasad warga Kampung Lebaksiuh RT 15/05 Desa Sukakersa Kecamatan Parakansalak Kabupaten Sukabumi. (Prima Meidiandi/Telusurbisnis)

Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Lebaran pertama di Kampung Lebaksiuh RT 15/05 Desa Sukakersa Kecamatan Parakansalak Kabupaten Sukabumi geger. Disaat yang lain berlebaran, seorang pria malah ditemukan meninggal dunia di kamarnya, Sabtu 21 Maret 2026, sekitar pukul 08.00 Wib.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Parakansalak, Jujun Juaeni, menyampaikan pihaknya menerima laporan adanya penemuan mayat tersebut sekitar pukul 08.00 WIB.

“Korban berinisial MAC (46), seorang buruh harian lepas yang tinggal seorang diri di rumah tersebut,” ucap Jujun, dikutip Minggu 22 Maret 2026.

Dituturkan Jujun, penemuan berawal saat sepupu korban, Rudi Saepul Bahtiar, datang bersama anaknya sekitar pukul 07.30 Wib untuk bersilaturahmi, sekaligus mengecek kondisi korban yang diketahui sedang sakit. Namun saat dipanggil, tidak ada respons dari dalam rumah.

Merasa curiga, Rudi membuka tirai jendela yang dalam kondisi terbuka. Dari situ, korban terlihat dalam posisi telungkup dengan kondisi tubuh sudah membengkak. Saksi kemudian menghubungi pihak keluarga lainnya.

Berdasarkan keterangan warga dan pihak terkait, korban sebelumnya sempat menjalani pengobatan di RSUD Sekarwangi pada 11 Maret 2026 karena keluhan pada organ jantung dan hati. Namun, dua hari kemudian korban meninggalkan rumah sakit tanpa sepengetahuan pihak medis.

“Beberapa hari sebelum ditemukan meninggal, korban juga sempat mengeluhkan sesak napas dan meminta bantuan untuk dicarikan oksigen. Namun upaya pencarian ke sejumlah fasilitas kesehatan saat itu tidak membuahkan hasil,” ucap Jujun merilis keterangan warga setempat.

Pemeriksaan awal oleh petugas Puskesmas Parakansalak menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia akibat sakit, dengan perkiraan waktu kematian sekitar dua hari sebelum ditemukan.

Sejumlah unsur mendatangi lokasi kejadian, di antaranya Polsek Parakansalak, Koramil, Puskesmas, BPBD, Tagana, serta pemerintah desa setempat. Petugas kemudian melakukan evakuasi jenazah dan berkoordinasi dengan keluarga.

“Dari hasil pemeriksaan di lokasi, tidak ditemukan tanda kekerasan. Korban diduga meninggal karena sakit,” kata Jujun.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian dimakamkan di tempat pemakaman keluarga yang lokasinya tidak jauh dari rumah korban. (Andi)

Share This Article
Leave a comment