Sadis ! WNA Singapura Dibunuh Di Sukabumi Jasadnya Dicor Dibuang Bendung Menganti Cilacap

Prima Arno Meidiandi
3 Min Read
Kapolresta Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono, memberitahu bahwa pertama kali jasad korban ditemukan oleh warga, pada Jum'at (20/2/2026) sekitar pukul 14.30 WIB di Bendung Menganti.

Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Sungguh tragis dan sadis apa yang terjadi atau yang dialami oleh Warga Negara Singapura (WNA) berinisial S (80) ini, dirinya dieksekusi di Sukabumi sebelum jasadnya dicor lalu dibuang di Bendung Menganti, aliran Sungai Citanduy, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap. Kasus ini dapat terungkap setelah ditemukannya mayat korban oleh warga.

Kapolresta Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono, memberitahu bahwa pertama kali jasad korban ditemukan oleh warga, pada Jum’at (20/2/2026) sekitar pukul 14.30 WIB di Bendung Menganti.

“Awalnya ada penemuan mayat, lalu kami mendapat informasi orang hilang di Jakarta,” ujar Kapolresta Budi saat ungkap kasus tersebut di Mapolresta Cilacap, Jumat (27/3/2026).

Dari hasil penyelidikan, korban S diketahui dibunuh disebuah rumah di Perumahan Bumi Mutiara Indah, Sukabumi. Korban dieksekusi dengan cara dipukul pada bagian leher menggunakan bambu.

Selanjutnya Budi menuturkan pelaku sengaja menggunakan adonan semen sebagai pemberat agar jasad korban tidak mudah ditemukan. Jasad korban yang dibungkus plastik dan dilakban kemudian diberi cor semen.

“Dibuang di sungai atau bendungan tersebut, agar jenazah tidak muncul ke permukaan karena digunakan pemberat dari adonan semen,” terangnya.

Tapi upaya para pelaku ini tidak berjalan sesuai dengan rencana. Saat ditemukan oleh warga, jasad korban justru mengapung diatas permukaan Sungai Citanduy.

“Pada saat ditemukan oleh masyarakat, kondisi jenazah sudah mengambang di atas permukaan air,” jelasnya.

Setelah dievakuasi, jasad korban kemudian diidentifikasi. Polisi mencocokkan ciri-ciri korban dengan laporan orang hilang di Jakarta, mulai dari pakaian hingga aksesoris yang dikenakan.

“Kami cocokkan, termasuk pakaian dan aksesoris seperti jam tangan, itu identik dengan yang dipakai korban,” tuturnya.

Polisi juga mengungkap bahwa lokasi pembuangan jasad bukan dipilih secara acak. Pelaku telah mengetahui kondisi wilayah Bendung Menganti yang berada di perbatasan Cilacap.

“Memang sudah tahu kalau di situ ada bendungan di wilayah Cilacap yang berbatasan,” ungkap Budi.

Setelah melakukan pembunuhan, pelaku sempat membawa jasad korban berkeliling selama sekitar 30 menit sebelum akhirnya kembali ke lokasi awal untuk berdiskusi.

“Setelah dieksekusi dibawa muter dulu sekitar 30 menit, kemudian kembali lagi untuk komunikasi, selanjutnya keluar untuk membuang jasadnya di Bendung Menganti Cilacap menggunakan mobil yang sudah disiapkan,” pungkasnya.

Dalam kasus ini, polisi telah menangkap dua pelaku, yakni pria berinisial H dan K, warga Pangandaran, Jawa Barat. Keduanya diamankan di wilayah Patimuan, Cilacap dan kini menjalani proses hukum lebih lanjut.

Share This Article
Leave a comment