Kabupaten Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Musibah kebakaran melanda sebuah rumah di Kampung Puspadaya RT 10/03, Desa Margaluyu, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi pada Selasa (11/2/2025) pagi. Peristiwa ini menyebabkan tujuh jiwa terpaksa mengungsi akibat rumah mereka ludes dilalap api.
Menurut keterangan Yanto Prayitno dari P2BK Purabaya, kebakaran bermula saat pemilik rumah, Ibu Titih, memasak menggunakan tungku kayu bakar. Setelah selesai memasak, ia yakin api telah padam dan meninggalkan dapur untuk mengecek kondisi orang tuanya yang sedang sakit. Namun, tak lama kemudian, percikan api muncul dari dapur dan dengan cepat merambat ke seluruh bagian rumah.
“Api tiba-tiba membesar. Ibu Titih langsung menyelamatkan diri bersama penghuni lainnya, termasuk suaminya, Asep Saepudin (40), serta anak-anak mereka: Sendi (21), Ramli (16), dan Jihan (3). Warga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menunggu tim Damkar Sektor 9 Sagaranten,” ungkap Yanto.
Akibat kebakaran ini, rumah yang dihuni dua keluarga tersebut mengalami kerusakan parah. Taksiran kerugian masih dalam proses penilaian. “Kami segera berkoordinasi dengan perangkat desa, kecamatan, Koramil, Polsek, dan Damkar untuk penanganan lebih lanjut. P2BK bersama Forkopimcam, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, dan Tagana turut membantu pemadaman secara manual serta memberikan imbauan kepada warga agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran,” tambahnya.
Saat ini, tim gabungan masih melakukan pendataan untuk menentukan kebutuhan darurat bagi korban. Salah satu prioritas adalah menyediakan bahan bangunan untuk memperbaiki rumah yang rusak. “Kami fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar korban, seperti pakaian, makanan, dan tempat tinggal sementara. Semua upaya dilakukan agar korban dapat segera pulih dari musibah ini,” kata Yanto.
Kebakaran di Kampung Puspadaya ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat setempat untuk lebih berhati-hati, terutama saat menggunakan tungku kayu bakar. Musibah ini juga menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat. “Kami terus mengimbau warga agar tidak lengah. Api bisa berkembang sangat cepat jika tidak ditangani dengan benar,” tegas Yanto.
Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, dampaknya sangat besar bagi keluarga yang terdampak. Mereka kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Namun, semangat gotong royong warga setempat dan bantuan dari berbagai pihak memberikan harapan baru bagi para korban.
“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban korban. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk membantu sesama yang sedang mengalami musibah,” tutup Yanto.
Bagaimana langkah konkret untuk mencegah kebakaran serupa terjadi di masa depan? Jawabannya terletak pada kesadaran dan kolaborasi semua pihak. (Andi)
