Kabupaten Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus bergerak cepat menangani dampak banjir dan longsor di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang terjadi Kamis (6/3/2025) malam.
Bencana akibat hujan deras selama lima jam ini menyebabkan 2 korban meninggal, 5 orang hilang, dan ratusan rumah rusak. Tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, dan relawan masih mencari korban hilang di Kecamatan Lengkong dan Simpenan.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyatakan, prioritas utama adalah evakuasi korban dan pemulihan akses vital. Salah satu jembatan utama di Kecamatan Cidadap yang rusak parah akan segera diganti dengan jembatan darurat (Bailey) oleh Kementerian PUPR. Sementara perbaikan permanen ditargetkan rampung usai Lebaran.
“Untuk rumah rusak, pemerintah memberikan bantuan sesuai tingkat kerusakan: Rp15 juta untuk ringan, Rp30 juta untuk sedang, dan pembangunan kembali untuk rusak berat,” ujar Suharyanto usai rapat koordinasi di Pendopo Palabuhanratu, Sabtu (8/3/2025).
BNPB juga mempersiapkan relokasi warga di bantaran sungai ke lokasi aman, seperti di Pabuaran. Namun, keputusan tetap mengacu pada kesediaan warga. Sementara itu, Kementerian Sosial akan memberikan santunan bagi keluarga korban meninggal.
“Kami terus bersinergi dengan TNI, Polri, dan pemda untuk mempercepat pemulihan. Masyarakat diminta tetap waspada karena potensi hujan masih tinggi,” tegas Suharyanto. (Andi)
