Warga Bongkar Bangunan Menjorok ke Sungai Cipamuruyan Cibadak yang Diduga Penyebab Banjir

Prima Arno Meidiandi
2 Min Read
Warga membongkar bangunan menjorok ke sungai karena diduga pemicu terjadinya banjir. (Prima Meidiandi/Telusurbisnis)

Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM– Warga Kampung Panagan RT 03 RW 02 Desa Pamuruyan Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi, gotong royong membersihkan lumpur pasca banjir yang merendam rumah mereka.

Warga juga membongkar bagian bangunan rumah yang menjorok ke arah Sungai Cipamuruyan karena diduga pemicu penyempitan aliran air, hingga mengakibatkan banjir.

“Pembongkaran bangunan menjorok itu inisiatif warga melalui musyawarah bersama pemerintah desa, RT, dan RW,” jelas Camat Cibadak Mulyadi, meninjau secara langsung lokasi yang terdampak banjir.

Camat menyampaikan bahwa kondisi saat ini di lapangan sudah berangsur normal walau warga masih melaksanakan pembersihan rumah masing-masing.

“Kondisinya air sudah surut, dan beberapa rumah yang sebelumnya terendam sekarang sedang dibersihkan oleh warga,” ujar Mulyadi, Senin 20 April 2026, saat di konfirmasi media.

Lebih lanjut ia mengatakan, terkait masalah penyebab banjir, ia menyebut masih perlu dilakukan analisis lebih lanjut. Tetapi, dugaan untuk sementara yaitu mengarah adanya penyempitan aliran sungai akibat adanya bangunan yang menjorok ke badan sungai.

“Diduga ada bangunan yang menutup atau menyeberangi aliran sungai, sehingga menyebabkan penyempitan,” tuturnya.

Mulyadi menjelaskan, bahwa banjir tersebut tidak menimbulkan kerusakan pada bangunan. Rumah warga hanya terendam tanpa mengalami kerusakan berarti.

Menurutnya, di ambilnya langkah pembongkaran sebagian bangunan tersebut dilakukan atas inisiatif warga sendiri melalui musyawarah bersama pemerintah desa dan lingkungan setempat. Bagian rumah yang menjorok ke sungai dibongkar agar memperlancar aliran air.

“Kalau seandainya setelah pembongkaran masih juga terjadi banjir, akan dicari penyebab yang lain, misalnya kemungkinan adanya pendangkalan sungai, yang nantinya bisa dilakukan normalisasi,” katanya.

Selanjutnya Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar kiranya tetap selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. “Warga diharapkan tetap waspada saat hujan deras agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (Andi)

Share This Article
Leave a comment