Buruh di Sukabumi Tewas Mengenaskan Dikeroyok, Tubuhnya Sempat Diseret 

Prima Arno Meidiandi
3 Min Read

Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Seorang buruh bernama N. Rizky (30) tewas mengenaskan akibat dikeroyok sekelompok orang. Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan intensif pihak kepolisian.

Insiden ini terjadi pada Sabtu 2 Mei 2026, malam, di Kampung Cibeureum RT 003/03, tepatnya di Pool Bus MGI, Jalan Raya Sukaraja, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja.

Seorang saksi mata, Andri (30) menyebut dirinya mengetahui peristiwa ini disaat akan membuka tempat usahanya sekitar pukul 17.30 Wib. Saat itu, situasi di lokasi sudah dalam kondisi ramai dengan adanya keributan.

Ia menuturkan, awalnya terlihat dua orang yang terlibat duel, namun tidak begitu lama ada sejumlah orang lainnya ikut membantu menyerang korban secara bersama-sama.

Selanjutnya ia memberitahu bahwa
kondisi jalan di saat kejadian cukup ramai, tetapi tidak ada satu pun warga yang berani untuk memberikan pertolongan saat korban dikeroyok.

Ia mengatakan, korban sempat tergeletak di lokasi sebelum akhirnya diseret para pelaku. “Ramai, cuma pas tergeletak ada yang nipuk pakai batu entah kecil atau gede lah ada yang nipuk, tahu-tahu udah diseret ke sini. Dah itu doang,” ujarnya.

Sementara itu keterangan dari Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli, mengonfirmasikan bahwa disaat petugas tiba di lokasi tepatnya di Pool Bus MGI, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan sejumlah luka.

Kronologis Kejadian

Korban, N. Rizky, datang ke lokasi di Kampung Cibeureum Desa Sukaraja, seorang diri dengan mengendarai motor, sekitar pukul 17.15 – 17.30 Wib.

Sesampainya di depan Pool Bus MGI, korban terlibat perselisihan atau cekcok mulut dengan sekelompok orang yang berjumlah lebih dari lima orang.

Pukul 17.30 Wib terjadi perkelahian yang tidak seimbang. Korban dikeroyok menggunakan benda keras berupa balok dan batu. Saksi di lokasi juga melihat adanya penggunaan senjata tajam.

Akibat serangan tersebut, korban mendapatkan tiga luka tusuk, luka sobek di wajah, serta luka serius di bagian kepala serta leher belakang.

Warga sempat mengevakuasi korban ke RS Hermina, namun dokter menyatakan korban sudah meninggal dunia. Polisi tiba di lokasi sekitar magrib untuk mengamankan TKP.

Barang Bukti

Dalam Olah TKP, polisi juga mengamankan beberapa jumlah barang bukti, diantaranya satu buah pisau berukuran kecil, satu unit handphone merek Redmi milik korban.

Lalu barang bukti yang lainnya berupa botol air mineral berisi minuman keras jenis intisari, sepatu bot, dan satu unit kendaraan roda tiga pengangkut sampah milik korban.

Selain itu, rekaman CCTV di sekitar lokasi turut diperiksa guna mengungkap pelaku dan kronologi kejadian.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan mengecek rekaman CCTV guna untuk mengungkap pelaku serta motif kejadian,” ujar Ipda Ruli. (Andi)

Share This Article
Leave a comment