Perubahan Arah Industri AI
Selama satu dekade terakhir, pelatihan model AI menjadi pusat perhatian. Namun kini, fokus bergeser ke inferensi. Nvidia membaca perubahan ini lebih awal, dan kerja sama dengan Groq memperkuat posisi tersebut.
Keunggulan Teknologi SRAM Groq
Groq menggunakan pendekatan memori SRAM on-chip, yang memungkinkan kecepatan respons tinggi dan menghindari krisis memori global. Pendekatan ini cocok untuk aplikasi chatbot dan layanan real-time.
Namun, ada keterbatasan ukuran model, yang menjadi tantangan teknis tersendiri.
Persaingan dengan AMD dan Cerebras
AMD berupaya masuk lebih agresif ke pasar inferensi, sementara Cerebras Systems bahkan bersiap IPO. Kompetisi ini memaksa Nvidia untuk terus berinovasi, bukan hanya mengandalkan dominasi lama.
Pandangan Jensen Huang
Dalam pidato kuncinya, CEO Nvidia Jensen Huang menegaskan bahwa Nvidia siap mempertahankan keunggulan meski lanskap AI berubah. Lisensi teknologi Groq menjadi bukti nyata dari pernyataan tersebut.
Penilaian Akhir
Bagi Nvidia, inferensi bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi pertumbuhan AI berikutnya. Kolaborasi ini memperlihatkan strategi jangka panjang yang matang dan berbasis realitas pasar.
