Apple Kembali Memimpin Pasar Smartphone Global 2025, Samsung Masih Membuntuti

Telusur Bisnis
8 Min Read
Apple memimpin pasar smartphone global sepanjang 2025 dengan catatan pengapalan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan

TELUSURBISNIS.COM – Apple memimpin pasar smartphone global sepanjang 2025 dengan catatan pengapalan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, sekaligus menegaskan dominasinya atas para pesaing utama seperti Samsung, Xiaomi, hingga Oppo. Laporan terbaru dari firma riset Omdia menunjukkan bahwa meskipun Samsung mencatat pemulihan signifikan, posisi puncak masih belum berhasil direbut dari Apple yang konsisten menunjukkan kinerja solid di hampir seluruh kawasan utama dunia.

Secara keseluruhan, pasar smartphone global pada 2025 mencatatkan pertumbuhan positif di tengah tantangan ekonomi global yang belum sepenuhnya mereda. Kenaikan permintaan perangkat baru, terutama dari segmen pengguna yang melakukan upgrade, menjadi penopang utama kinerja industri sepanjang tahun.

Gambaran Umum Pasar Smartphone Global Sepanjang 2025

Pertumbuhan Pasar Tetap Positif di Tengah Ketidakpastian

Menurut data Omdia, total pengapalan smartphone global sepanjang 2025 mencapai sekitar 1,25 miliar unit. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sekitar 2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan 2024. Capaian tersebut menjadi sinyal pemulihan yang cukup stabil setelah pasar sempat tertekan dalam beberapa tahun terakhir.

Hampir seluruh kawasan dunia mencatat pertumbuhan positif, mulai dari Amerika Utara, Eropa, hingga pasar berkembang di Asia dan Amerika Latin. Satu-satunya pengecualian adalah China, yang mengalami penurunan tipis seiring memudarnya efek subsidi nasional yang sebelumnya sempat mendorong lonjakan permintaan pada awal 2025.

Kuartal IV Jadi Penopang Utama

Kinerja pasar semakin menguat pada kuartal IV 2025. Pada periode ini, pasar smartphone global tumbuh sekitar 4 persen YoY, didorong oleh faktor musiman seperti musim liburan akhir tahun serta peluncuran produk unggulan dari berbagai merek besar.

Omdia mencatat bahwa lonjakan ini menjadi kontributor utama terhadap pencapaian tahunan yang positif, sekaligus menunjukkan bahwa minat konsumen terhadap smartphone masih relatif kuat meski daya beli global belum sepenuhnya pulih.

Apple Kukuh di Puncak Pasar Smartphone Dunia

Rekor Baru Pengiriman iPhone

Apple kembali mengukuhkan diri sebagai vendor smartphone terbesar dunia untuk tahun ketiga berturut-turut. Sepanjang 2025, Apple membukukan pengapalan iPhone sebanyak 240,6 juta unit, meningkat sekitar 7 persen YoY dan menjadi volume tahunan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Pencapaian ini tidak lepas dari strategi produk yang konsisten, ekosistem yang kuat, serta loyalitas pengguna yang tetap tinggi. Apple juga berhasil menjaga daya tarik iPhone di berbagai segmen, mulai dari pengguna premium hingga konsumen yang melakukan upgrade dari perangkat lama.

Dorongan Kuat dari Kuartal Akhir dan Pasar China

Lonjakan pengiriman Apple terutama terjadi pada kuartal IV 2025. Salah satu faktor kunci adalah performa kuat iPhone 17 series yang mendapat respons positif di berbagai pasar utama, termasuk China.

Omdia mencatat pertumbuhan pengiriman Apple di China mencapai 26 persen YoY pada kuartal IV. Angka ini menjadi sorotan tersendiri mengingat pasar China sebelumnya mengalami tekanan akibat perlambatan ekonomi dan persaingan ketat dari merek lokal.

Samsung Bangkit, Namun Masih Tertinggal Tipis

Pemulihan Setelah Tiga Tahun Penurunan

Samsung mencatat kebangkitan signifikan pada 2025 setelah tiga tahun berturut-turut mengalami penurunan tahunan. Vendor asal Korea Selatan ini membukukan pertumbuhan pengapalan sekitar 7 persen YoY dengan total 239,1 juta unit.

Meski selisih dengan Apple terbilang sangat tipis, Samsung masih harus puas berada di posisi kedua pasar smartphone global. Namun, capaian ini menunjukkan bahwa strategi pemulihan Samsung mulai membuahkan hasil.

Kinerja Kuat di Segmen Flagship dan Entry-Level

Pertumbuhan Samsung didorong oleh performa solid pada kuartal IV 2025, dengan peningkatan pengiriman mencapai 16 persen YoY. Selain mempertahankan minat terhadap seri flagship Galaxy S dan Galaxy Z, Samsung juga sukses merebut kembali pangsa pasar di segmen entry-level dan menengah.

Lini Galaxy A0x dan A1x menjadi tulang punggung Samsung di pasar negara berkembang, sekaligus membantu memperluas basis pengguna baru yang sensitif terhadap harga.

Persaingan Ketat di Peringkat Menengah

Xiaomi Bertahan di Posisi Ketiga

Xiaomi mempertahankan posisi ketiga secara global sepanjang 2025. Namun, vendor asal China ini menghadapi tekanan di paruh akhir tahun, dengan pengiriman turun sekitar 2 persen YoY.

Penurunan ini terutama disebabkan oleh melemahnya permintaan di segmen entry-level serta kontraksi tajam pada kuartal IV di beberapa pasar utama. Meski demikian, Omdia menilai strategi diversifikasi portofolio Xiaomi, mulai dari Poco hingga segmen premium dan AIoT, berpotensi menjadi kunci pertumbuhan ke depan.

vivo Catat Sejarah Baru

vivo mencetak pencapaian penting dengan menempati posisi keempat untuk pertama kalinya. Sepanjang 2025, pengiriman vivo tumbuh sekitar 4 persen menjadi 105,3 juta unit.

Kinerja positif ini ditopang oleh kekuatan vivo di India dan pasar domestik China, serta pendekatan produk yang semakin matang di segmen menengah.

Oppo Tutup Lima Besar

Oppo melengkapi jajaran lima besar dengan total pengapalan 100,7 juta unit pada 2025, turun sekitar 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski begitu, tanda-tanda pemulihan mulai terlihat pada kuartal IV berkat peluncuran seri A6x.

Mulai 2026, integrasi realme ke dalam payung Oppo diperkirakan akan memperkuat posisi perusahaan dari sisi volume maupun efisiensi operasional.

Merek Lain Tunjukkan Pertumbuhan Menjanjikan

Di luar lima besar, sejumlah merek mencatat kinerja impresif. Honor dan Lenovo masing-masing tumbuh 11 persen dan 6 persen, mencetak rekor pengapalan tertinggi berkat ekspansi geografis yang agresif.

Huawei juga melanjutkan tren pemulihan dan kembali menjadi pemimpin pasar di China daratan untuk pertama kalinya dalam lima tahun. Sementara itu, Nothing mencuri perhatian sebagai vendor dengan pertumbuhan tercepat pada 2025, melonjak hingga 86 persen dan menembus angka 3 juta unit pengiriman.

Tantangan Industri Smartphone pada 2026

Tekanan Biaya Komponen Mulai Terasa

Meski 2025 menjadi tahun yang relatif positif, Omdia memperingatkan bahwa tantangan besar menanti industri smartphone pada 2026. Kenaikan biaya komponen utama seperti DRAM, NAND, dan semikonduktor lain diperkirakan akan menekan margin keuntungan vendor.

Kenaikan harga komponen yang mulai terasa pada paruh kedua 2025 berpotensi memengaruhi volume pengiriman pada awal 2026, terutama di segmen harga rendah.

Vendor Skala Kecil Paling Rentan

Senior Analyst Omdia, Runar Bjorhovde, menilai bahwa vendor berskala kecil dengan ketergantungan tinggi pada LPDDR4/4X serta porsi besar di segmen low-end akan menjadi pihak yang paling rentan.

Menurutnya, pengelolaan rantai pasok yang efisien dan hubungan jangka panjang dengan pemasok akan menjadi faktor krusial dalam menjaga daya saing.

Fokus Baru pada Profitabilitas

Senada dengan itu, Research Manager Omdia, Le Xuan Chiew, menyebut potensi kontraksi pasar pada 2026 akan mendorong vendor untuk lebih fokus pada profitabilitas dan sumber pendapatan alternatif.

Dalam kondisi penuh tekanan, vendor yang mampu memahami perilaku konsumen secara lebih mendalam—termasuk bagaimana dan mengapa mereka membeli perangkat—diprediksi akan memiliki ketahanan yang lebih kuat.

Penutup: Persaingan Kian Kompleks, Strategi Jadi Penentu

Dominasi Apple di pasar smartphone global sepanjang 2025 menegaskan bahwa kekuatan merek, ekosistem, dan strategi produk jangka panjang masih menjadi faktor penentu utama. Samsung menunjukkan tanda-tanda kebangkitan, sementara pemain lain terus berupaya mencari celah di tengah persaingan yang semakin kompleks.

Memasuki 2026, tantangan biaya dan dinamika permintaan akan menguji ketahanan seluruh vendor. Di tengah tekanan tersebut, peluang tetap terbuka bagi perusahaan yang mampu bergerak lincah, membaca kebutuhan konsumen, dan membangun fondasi bisnis yang berkelanjutan.

Share This Article
Follow:
Kami adalah media online yang menyajikan informasi terkini, inspiratif dan inovatif. Kami berkomitmen menyampaikan informasi secara cerdas, menginspirasi dan mengedukasi. (*)
Leave a comment