Sukabumi, TELUSURNISNIS.COM – Bencana pergerakan tanah di Kabupaten Sukabumi belum berakhir. Terakhir terjadi di Kampung Cijambe Desa Bantargadung Kecamatan Bantargadung Kabupaten Sukabumi. Bencana ini memaksa Bupati Asep Japar turun ke lokasi.
Dari hasil peninjauan, Rabu 4 Maret 2026, kondisi tanah di area terdampak dilaporkan masih labil dan terus mengalami pergerakan. Situasi tersebut dinilai cukup serius karena berpotensi berlangsung dalam waktu lama dan membahayakan warga.
“Tanah masih terus bergerak dari hari ke hari. Melihat kondisi rumah warga yang terdampak, kawasan ini tampaknya sudah tidak memungkinkan untuk dihuni kembali,” ujar Asep Japar.
Melihat perkembangan di lapangan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi mulai mempersiapkan langkah relokasi bagi warga terdampak. Kawasan tersebut dinilai sudah tidak layak huni demi keselamatan masyarakat.
Pemkab sebenarnya memiliki lahan di sekitar wilayah Bantargadung yang berpotensi digunakan sebagai lokasi relokasi. Namun, sebelum digunakan, lahan tersebut akan melalui kajian teknis dan uji kelayakan untuk memastikan aman dari potensi pergerakan tanah. “Kalau hasil uji menyatakan aman, relokasi akan segera kita lakukan,” tegasnya.
terkait status darurat bencana, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan sejumlah perangkat daerah untuk mempercepat penanganan. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga yang berada di posko pengungsian.
“Yang terpenting, keluarga yang saat ini berada di posko harus diselamatkan terlebih dahulu. Untuk tempat tinggal sementara, apakah sewa atau solusi lain, akan segera kami siapkan,” tambahnya.
Sementara itu, data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi mencatat sebanyak 214 kepala keluarga (KK) terdampak akibat bencana pergerakan tanah tersebut.
Kepala BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, menyampaikan bahwa pihaknya bersama bupati dan jajaran terkait telah meninjau langsung lokasi pengungsian guna memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana dan penataan kawasan rawan longsor di Kabupaten Sukabumi agar risiko serupa dapat diminimalkan di masa mendatang. (Andi)
