Kabupaten Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM –
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Nasional (BKKBN) bersama Komisi IX DPR RI menggelar sosialisasi Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja di GOR Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Kamis (16/10/2025).
Acara yang dimulai pukul 11.00 WIB itu dihadiri oleh Kapoksi Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, M.A., sebagai narasumber utama. Hadir pula perwakilan desa se-Kecamatan Cicurug, kader desa, tokoh masyarakat, serta unsur Polsek, Koramil, dan organisasi kemasyarakatan.
Mengusung tema “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Bersama Stakeholder Program HIV-AIDS”, kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan keluarga dan kesehatan masyarakat.
Dalam paparannya, Zainul mengungkapkan kondisi terkini penanganan HIV/AIDS di wilayah Sukabumi.
“Dari laporan yang saya terima, tercatat sekitar 160 orang terdata sebagai penyintas HIV/AIDS dan sudah terpantau dengan baik oleh Dinas Kesehatan,” ujarnya kepada Telusurbisnis.com.
Zainul juga menyinggung persoalan stunting, yang menurutnya menunjukkan tren penurunan di Sukabumi.
“Capaian penanganan stunting di Sukabumi cukup baik, dan ini harus terus dipertahankan,” katanya.
Lebih jauh, ia menegaskan pentingnya visi Indonesia Emas 2045 yang berawal dari keluarga.
“Indonesia Emas bukan sekadar cita-cita, tapi tujuan nyata yang bisa kita wujudkan bersama. Dimulai dari langkah kecil di rumah, bersama keluarga, untuk lompatan besar masa depan bangsa,” tutur Zainul.
Ia menambahkan, keluarga yang sehat dan berkualitas merupakan pondasi bagi lahirnya generasi unggul — cerdas, berkarakter, dan tangguh. Hal itu, kata dia, bisa diwujudkan melalui pola hidup sehat, pendidikan sejak dini, serta komunikasi yang baik dalam keluarga.
Menutup sesi wawancara, Zainul berpesan, “Mari wujudkan keluarga berkualitas mulai dari rumah, demi Indonesia yang maju, sejahtera, dan berdaya saing di tahun 2045.”
Catatan redaksi: Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) merupakan inisiatif BKKBN untuk memperkuat ketahanan keluarga Indonesia melalui edukasi, kesehatan reproduksi, dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa. ***
