Bank bjb Pacu Bisnis Perumahan Rakyat Lewat Program “Imah Merenah Hirup Tumaninah”

Bayu Hidayah
3 Min Read

Bandung, TELUSURBISNIS COM – Pasar perumahan rakyat di Jawa Barat diprediksi akan semakin bergairah setelah Pemerintah Provinsi Jawa Barat merilis program “Imah Merenah Hirup Tumaninah”, sebuah inisiatif strategis untuk menyediakan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat.

Peluncuran program yang berlangsung di Sabuga ITB, Bandung, dihadiri pejabat lintas sektor, mulai dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Gubernur Jawa Barat, hingga Kepala BPS.

Dari sektor keuangan, bank bjb tampil sebagai mitra strategis utama, dengan jajaran direksi hadir lengkap sebagai simbol komitmen dukungan.

Kredit Perumahan Jadi Motor Bisnis

Direktur Utama bank bjb, Yusuf Saadudin, menegaskan peran perbankan tidak sekadar menyalurkan pembiayaan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Bank bjb siap mendukung penuh melalui penyaluran kredit perumahan. Sinergi yang kuat akan membuka peluang lebih luas agar masyarakat Jawa Barat bisa mewujudkan rumah impian mereka,” ujar Yusuf.

Hingga Agustus 2025, penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) nasional tercatat 178.060 unit. Dari jumlah itu, bank bjb bersama bjb syariah menyalurkan lebih dari 5.000 unit, dengan akumulasi sejak 2016 hampir menembus 39 ribu rumah. Jawa Barat bahkan tercatat sebagai provinsi dengan realisasi tertinggi secara nasional.

Skema Inklusif, Peluang Bisnis Meluas

Tak hanya mengandalkan FLPP, bank bjb memperkenalkan Kredit Program Perumahan (KPP) yang membuka kolaborasi dengan pengembang, kontraktor, hingga toko bahan bangunan.

Bagi konsumen, skema ini menawarkan keunggulan kompetitif: uang muka hanya 1 persen, bunga tetap 5 persen hingga 20 tahun, serta pembebasan PPN, PBG, dan BPHTB.

Fasilitas ini diproyeksikan mampu memperluas pangsa pasar kredit perumahan, terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Efek Domino ke Ekonomi Daerah

Program perumahan ini diyakini bukan hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menciptakan efek multiplier ke berbagai sektor.

Aktivitas konstruksi menggeliat, industri material ikut bergerak, hingga lapangan kerja baru tercipta.

“Bagi kami, rumah bukan sekadar bangunan. Ia adalah fondasi kualitas hidup yang berimplikasi langsung pada produktivitas dan daya saing masyarakat,” tegas Yusuf.

Strategi Jangka Panjang

Bank bjb menyiapkan strategi kolaborasi jangka panjang dengan pemerintah pusat dan daerah, asosiasi pengembang, hingga lembaga keuangan lain.

Dengan pengalaman panjang di sektor pembiayaan perumahan, bank bjb optimistis mampu menjadi motor penggerak pembangunan hunian di Jawa Barat sekaligus mendukung target nasional tiga juta rumah.

Program Imah Merenah Hirup Tumaninah pun dipandang bukan hanya proyek sosial, melainkan juga peluang bisnis yang memberi nilai tambah berantai bagi industri perbankan, properti, dan ekonomi Jawa Barat secara keseluruhan. ***

Share This Article
Leave a comment