Kabupaten Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Kisah pilu datang dari Riyan Maulana (10), bocah asal Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi. Ia terlahir dengan kelainan medis langka atresia ani atau kondisi tidak memiliki anus.
Sejak 2019 hingga 2023, Riyan rutin menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung berkat bantuan berbagai relawan. Namun, sejak tahun lalu pengobatannya terhenti tanpa kejelasan.
“Riyan sebenarnya sudah mendapat penanganan sejak 2019. Tapi sejak 2023 terputus begitu saja. Banyak komunitas yang sempat membantu secara mandiri, hanya saja sekarang berhenti,” ujar Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi, Een Rukmini, Selasa (26/8/2025).
Een menjelaskan, terhentinya pengobatan bukan hanya karena faktor medis, melainkan juga ekonomi. Keluarga Riyan kesulitan membiayai kebutuhan hidup sehari-hari ketika harus mendampingi sang anak di rumah sakit.
Ayah Riyan bahkan mengaku terbebani dengan biaya tambahan untuk sekolah dan kebutuhan keluarga lain. “Kalau harus menunggu di rumah sakit, kebutuhan sehari-hari dan sekolah anak-anak lain jadi terhenti. Itu yang dikeluhkan,” ucap Een.
Mengetahui kondisi itu, Dinsos Kota Sukabumi langsung merujuk Riyan ke RSUD R. Syamsudin SH pada Senin (25/8/2025).
“Begitu dapat laporan dari aparat wilayah, kami bergerak cepat dan segera merujuk ke rumah sakit. Saat ini kondisinya stabil, Riyan masih bisa tersenyum. Hanya saja ada luka yang tidak terasa, itu yang sedang ditangani dokter,” tambah Een.
