Jakarta, TELUSURBISNIS.COM – Sebagai bagian dari komitmen untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja sekaligus membuka jalan karier bagi para lulusan baru, Kantor Cabang BRI Bogor Dewi Sartika menggelar rangkaian kegiatan Campus Hiring di sejumlah lokasi strategis di Kota Bogor. Inisiatif ini tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga mempererat kolaborasi antara sektor perbankan, perguruan tinggi, dan instansi pemerintah.
Roadshow rekrutmen tersebut telah menyambangi empat titik penting dalam beberapa pekan terakhir. Dimulai dari Plaza Jambu Dua pada 15 Oktober 2025, dilanjutkan ke Kampus Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Bogor Kesatuan sehari setelahnya—dengan 54 peserta hadir—kemudian ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bogor pada 11 November 2025 yang diikuti 26 calon, dan terakhir di Universitas Terbuka (UT) Bogor pada 12 November 2025 dengan 24 peserta.
Menurut Fahmi Hidayat, Pimpinan BRI Kantor Cabang Bogor Dewi Sartika, kegiatan ini merupakan bagian dari pilot project nasional BRI yang menempatkan Region 7 Jakarta 2 sebagai wilayah percontohan pertama dari 18 regional di Indonesia dalam pelaksanaan campus hiring secara intensif.
“Kami benar-benar jemput bola ke kampus-kampus, alumni, bahkan calon alumni. Tujuannya jelas: menjaring talenta muda berpotensi dan memberikan mereka kesempatan berkarier di BRI, khususnya di wilayah Bogor,” ujarnya.
Fahmi menekankan bahwa program ini bukan sekadar rekrutmen biasa. Kandidat yang lolos seleksi akan langsung diangkat sebagai Pegawai Kontrak Waktu Tertentu (PKWT) di bawah naungan BRI—tanpa melalui skema outsourcing. Masa kontrak berlangsung selama 18 bulan, dan jika kinerja kandidat memenuhi target yang ditetapkan, peluang untuk diangkat menjadi pegawai tetap terbuka lebar.
“Career journey sebagai tenaga pemasar di BRI sangat menjanjikan dan cepat. Ini adalah jalur karier yang langsung, transparan, dan berorientasi pada kinerja,” tegas Fahmi.
Proses seleksi dimulai dengan wawancara langsung di lokasi kegiatan. Bagi kandidat yang lolos tahap awal, mereka akan menjalani psikotes daring dalam kurun waktu 14 hari, sebelum akhirnya menghadapi wawancara akhir dengan tim pengguna (user).
Kolaborasi antara BRI, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah dalam kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Lebih dari itu, program ini menjadi wujud nyata responsifnya BRI terhadap tantangan ketenagakerjaan di era pasca-pandemi.
“Kami optimistis, melalui sinergi seperti ini, lulusan muda tidak hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi juga fondasi karier yang solid di institusi keuangan terkemuka,” pungkas Fahmi. ***
