Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, mendampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam kegiatan Safari Ramadan di Pondok Pesantren Azzainiyah, kawasan Nagrog Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi.
Budi Azhar didampingi istri yang juga Kepala Desa Sagaranten, Santi Sulastri. “Alhamdulillah, kami bisa mendampingi Ketua Umum DPP Partai Golkar dalam kegiatan Safari Ramadan di Sukabumi,” ujar Budi
Selasa 10 Maret 2026, seraya menjelaskan hal tersebut berlangsung Minggu 8 Maret 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri para santri, tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus pesantren. Safari Ramadan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus kesempatan bagi pemerintah untuk menyampaikan berbagai program strategis, khususnya di bidang pendidikan.
Budi Azhar Mutawali mengaku bersyukur dapat mendampingi Ketua Umum Partai Golkar dalam kunjungan ke pesantren di wilayah Sukabumi. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil Lahadalia juga mendorong para santri agar memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses beasiswa pendidikan tinggi, termasuk program yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Budi menjelaskan, selama ini dana abadi pendidikan LPDP lebih banyak dimanfaatkan oleh lulusan perguruan tinggi umum. Karena itu, pemerintah berupaya mendorong agar santri dari pondok pesantren juga memiliki peluang yang setara untuk mendapatkan beasiswa hingga ke jenjang pendidikan lebih tinggi.
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi kabar baik bagi para santri, khususnya di Kabupaten Sukabumi, yang memiliki potensi besar untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi. “Ini tentu menjadi angin segar bagi para santri di Sukabumi untuk memanfaatkan beasiswa pendidikan yang dikelola LPDP,” kata Budi.
Dengan adanya dorongan tersebut, diharapkan semakin banyak santri yang dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari kalangan pesantren. (Andi)
