Bupati Aep Sambut Megaproyek Baterai Listrik: “Peluang Emas untuk Warga Karawang”

Telusur Bisnis
3 Min Read

Karawang, TELUSURBISNIS.COM – Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyambut antusias hadirnya proyek raksasa Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi yang digarap oleh konsorsium ANTAM, Indonesia Battery Corporation (IBC), dan Contemporary Brunp Ligand (CBL). Proyek strategis nasional ini diyakini akan membawa angin segar bagi perekonomian Karawang, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja lokal.

“Kami melihat ini sebagai peluang emas. Proyek ini bukan hanya investasi besar, tapi juga jembatan bagi masyarakat Karawang untuk mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup,” ujar Bupati Aep, Senin 30 Juni 2025.

Tak hanya sekadar menyambut, Pemkab Karawang disebut telah aktif menjalin komunikasi dengan pengelola proyek untuk memastikan keterlibatan maksimal tenaga kerja lokal.

“Koordinasi intensif sudah kami lakukan. Kami ingin memastikan warga Karawang menjadi bagian utama dalam pembangunan industri hijau ini,” jelasnya.

Menurut Aep, proyek yang tengah dibangun ini diproyeksi akan menyerap sekitar 8.000 tenaga kerja langsung, sebuah angka yang diharapkan dapat menekan tingkat pengangguran terbuka di Karawang secara signifikan.

“Dengan serapan tenaga kerja sebanyak itu, dampaknya akan sangat terasa. Ini bukan hanya proyek infrastruktur, tapi juga proyek sosial dan ekonomi,” kata Aep menekankan.

Dengan posisinya sebagai pusat industri, Karawang kini bersiap masuk ke era baru—transformasi menuju industri ramah lingkungan berbasis energi masa depan.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek tersebut. Acara berlangsung pada Minggu, 29 Juni 2025, di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Karawang.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengatakan pembangunan industri baterai kendaraan listrik ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah pada sumber daya alam Indonesia.

“Kunci pembangunan suatu bangsa adalah mengolah sumber alam menjadi bahan yang bermanfaat dan punya nilai tambah tinggi,” ujar Prabowo.

Ia menambahkan bahwa hilirisasi sumber daya alam sebenarnya telah dimulai sejak era Presiden pertama RI, Sukarno.

“Ini bukti keseriusan para pemimpin dan mitra kerja kita untuk mewujudkan swasembada nasional,” kata Prabowo.

Proyek Ekosistem Industri Baterai Listrik Terintegrasi ini mencakup enam proyek dari hulu ke hilir. Lima di antaranya dikembangkan di Halmahera Timur dan satu proyek terletak di Karawang. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), IBC, dan konsorsium CBL.

Dengan luas lahan mencapai 3.023 hektare, proyek ini termasuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai investasi sebesar 5,9 miliar dolar. Selain menyerap ribuan tenaga kerja, proyek juga mencakup pembangunan 18 infrastruktur dermaga multifungsi.

PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) akan bertugas menyuplai baterai untuk produsen kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi (Battery Energy Storage). Semua ini merupakan bagian dari Grand Package ANTAM-IBC-CBL yang menjadi tulang punggung transformasi energi nasional. ***

Share This Article
Follow:
Kami adalah media online yang menyajikan informasi terkini, inspiratif dan inovatif. Kami berkomitmen menyampaikan informasi secara cerdas, menginspirasi dan mengedukasi. (*)
Leave a comment