Diduga Akibat Bullying, Siswi MTs di Cikembar Sukabumi Ditemukan Tewas Gantung Diri, Ini Pesan Terakhirnya

Prima Arno Meidiandi
2 Min Read

Kabupaten Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM — Warga Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, digemparkan oleh peristiwa tragis yang menimpa seorang remaja putri berusia 14 tahun berinisial AK, yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Selasa malam (28/10/2025).

Korban, yang diketahui masih berstatus pelajar di salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs), ditemukan oleh neneknya dalam keadaan tidak bernyawa di pintu kamar sekitar pukul 23.40 WIB. Temuan ini segera dilaporkan ke aparat desa dan kepolisian setempat. Petugas gabungan dari Camat Cikembar, Polsek, Koramil, Satpol PP, Pemerintah Desa Bojong, serta Puskesmas Cikembar langsung mendatangi lokasi untuk melakukan asesmen dan koordinasi penanganan.

Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Terlebih setelah beredar foto tulisan tangan yang diduga merupakan pesan terakhir korban dalam sebuah buku catatan. Dalam tulisan tersebut, AK menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua, guru, dan teman-temannya, serta mengungkapkan perasaan tertekan akibat perlakuan sejumlah teman sekolahnya.

Isi tulisan yang sebagian besar menggunakan bahasa Sunda itu menggambarkan adanya tekanan emosional yang berat. Korban menuliskan kekecewaannya terhadap teman-teman yang diduga kerap menyindir dan menyakiti perasaannya, hingga membuatnya merasa tidak sanggup lagi bertahan.

Salah satu kerabat korban, RS, membenarkan keberadaan surat tersebut.

“Dari isi surat itu, keluarga menduga korban mengalami perundungan di sekolah. Kami berharap pihak berwenang dapat menyelidiki secara menyeluruh agar jelas apa yang sebenarnya terjadi,” ujar RS kepada wartawan, Rabu (29/10/2025).

Menurut RS, keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai takdir dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah korban dimakamkan Rabu pagi di pemakaman umum desa setempat.

“Ayahnya merantau bekerja di Kalimantan, kakaknya juga di luar Sukabumi. Selama ini korban tinggal bersama ibu dan neneknya yang membuka warung kecil di rumah,” tambah RS.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian bersama aparat desa masih melakukan pendalaman terkait dugaan penyebab di balik peristiwa tragis ini. ***

Share This Article
Leave a comment