Diterjang Hujan Es, Dua Desa di Sukabumi Rusak Parah: Atap Roboh hingga Mushola Ambruk

Prima Arno Meidiandi
2 Min Read

Kabupaten Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Fenomena langka hujan es disertai angin kencang melanda Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (5/10/2025) sore. Akibatnya, puluhan rumah warga di dua desa rusak berat, beberapa di antaranya nyaris rata dengan tanah.

Hujan es yang turun sekitar pukul 17.00 WIB itu membuat warga panik. Butiran es sebesar bola pingpong menghantam atap dan genting rumah, sementara angin kencang membuat sejumlah pohon tumbang dan akses jalan tertutup.

“Awalnya kami kira cuma hujan deras biasa, tapi tiba-tiba terdengar suara seperti batu jatuh di atap. Pas dilihat, ternyata hujan es,” kata salah satu warga Bojonggaling yang videonya viral di media sosial TikTok.

Dalam rekaman warga, tampak butiran es sebesar kelereng hingga bola pingpong berserakan di halaman rumah. Beberapa warga bahkan sempat memungut dan mengabadikan momen langka itu dengan ponsel mereka.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Bojonggenteng, Siti Nuraeni, membenarkan bahwa peristiwa itu dipicu oleh cuaca ekstrem. Dua desa yang terdampak paling parah adalah Desa Bojonggaling dan Desa Berekah.

“Di Bojonggaling, sejumlah pohon tumbang menutupi jalan di empat titik — Kampung Cikubang, Sangkali, Parigi, dan Pasir Haur,” ujar Siti kepada wartawan, Senin (6/10/2025).

Puluhan Rumah dan Satu Mushola Rusak Parah

Kerusakan paling parah terjadi di Kampung Cimanggu, di mana beberapa rumah warga — milik Kodang, Kakan, Dayat, Atisah, Iroh, dan Ustaz Kamal — dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Satu mushola di Kampung Parigi juga dilaporkan ambruk diterjang angin.

Sementara itu di Desa Berekah, Kepala Desa setempat mencatat 52 rumah terdampak, terdiri dari 12 rusak berat, 19 rusak sedang, dan 21 rusak ringan.

Tim gabungan dari P2BK Bojonggenteng, Relawan Bareta, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Tagana, dan perangkat desa kini masih melakukan pendataan dan penanganan darurat.

“Beberapa warga mengungsi sementara ke rumah kerabat. Pendataan korban dan kebutuhan bantuan masih kami lakukan,” tambah Siti.

Fenomena hujan es di Sukabumi ini menjadi peringatan bahwa cuaca ekstrem kini semakin sulit diprediksi. BMKG sebelumnya juga telah mengingatkan potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Barat akibat peralihan musim. ***

Share This Article
Leave a comment