Haru di Cisolok: Curhatan Bocah SD tentang Sekolahnya yang Hancur Usai Banjir Bandang Menyentuh Ketua DPRD Sukabumi

Prima Arno Meidiandi
3 Min Read

Kabupaten Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM — Pagi itu, reruntuhan tembok dan lumpur sisa banjir masih menutupi halaman SDN Cikahuripan di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Di antara puing-puing dan meja belajar yang terguling, seorang bocah perempuan berdiri diam. Namanya Kanaya, siswi kelas 3 yang datang bukan untuk belajar, tapi sekadar melihat sekolahnya yang kini porak-poranda.

Tanpa sengaja, langkah kecil Kanaya mempertemukannya dengan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, yang tengah meninjau lokasi bencana bersama rombongan Partai Golkar. Melihat Kanaya berdiri sendirian di dekat tembok yang jebol, Budi menghampiri dan menanyakan kabarnya.

Percakapan singkat itu ternyata menyentuh hati banyak orang di lokasi. Dengan suara pelan, Kanaya bercerita tentang harapannya agar bisa kembali bersekolah seperti biasa.

“Seragam sekolah saya semuanya hilang. Sudah tiga hari ini saya ke sekolah pakai baju bebas,” ujar Kanaya lirih, Rabu (5/11/2025).

Ia menambahkan, bukan hanya seragam yang lenyap, tetapi juga perlengkapan belajar lainnya. Untuk sementara, ia dan teman-temannya menumpang belajar di madrasah setempat karena bangunan sekolah rusak berat.

Menanggapi cerita Kanaya, Budi Azhar menyampaikan rasa duka mendalam kepada seluruh warga terdampak banjir bandang di Desa Cikahuripan. Ia menegaskan, pihaknya bersama jajaran Partai Golkar turun langsung untuk meninjau kondisi lapangan sekaligus menyalurkan bantuan.

“Yang pertama saya ucapkan duka cita sedalam-dalamnya. Semoga masyarakat tetap tabah menghadapi musibah ini. Kami di DPRD dan pemerintah daerah terus berkoordinasi agar penanganan bencana dilakukan cepat dan tepat sasaran,” ujar Budi.

Budi juga menegaskan pentingnya percepatan pemulihan, khususnya di sektor pendidikan. Ia meminta pemerintah daerah untuk segera menyalurkan bantuan pendidikan agar anak-anak seperti Kanaya dapat kembali belajar dengan layak.

“Kami sudah komunikasikan dengan kepala desa dan kepala sekolah. Alhamdulillah, Pemkab Sukabumi merespons cepat. Dalam waktu dekat akan disalurkan bantuan meubelair dan kebutuhan sekolah lainnya,” tambahnya.

Ketika ditanya tentang obrolan singkatnya bersama Kanaya, Budi tersenyum. “Iya, dia hanya bilang ingin sekolahnya cepat diperbaiki. Harapan yang sederhana, tapi sangat bermakna,” ujarnya pelan.

Di tengah puing dan lumpur yang belum kering, harapan Kanaya menjadi simbol semangat anak-anak Cisolok: tetap ingin belajar, bahkan ketika sekolah mereka nyaris tak lagi berdiri. ***

Share This Article
Leave a comment