Kabupaten Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Menjelang masa panen, para petani di Kampung Puncak Bungur RT 02/08, Desa Tegalbuleud, Kecamatan Tegalbuleud, dibuat resah oleh serangan kawanan babi hutan yang hampir setiap malam menerobos area persawahan.
Abdul Rohmat (39), salah satu petani setempat, mengungkapkan serangan babi hutan ini semakin sering terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Padahal, masa panen tinggal hitungan satu hingga dua minggu. “Tiap malam selalu ada padi yang dijarah. Kami sebentar lagi panen, tapi kondisinya malah begini,” ujarnya kepada wartawan, Senin (1/12/2025).
Menurut Abdul, letak sawah yang berdekatan dengan kawasan hutan (leuweung) menjadi penyebab area pertanian warga rawan dimasuki satwa liar. Dahulu, warga masih sering melakukan moro atau perburuan babi hutan sehingga populasinya terkendali. Namun, sejak adanya aturan ketat mengenai larangan berburu tanpa izin, aktivitas tersebut sudah tidak dilakukan lagi.
“Dulu ada yang suka moro babi, jadi jumlahnya bisa ditekan. Sekarang tak ada yang berani karena ada larangan berburu tanpa izin,” tambahnya.
Serangan yang terus-menerus ini membuat petani khawatir akan gagal panen. Abdul, mewakili petani lainnya, berharap ada langkah nyata dari pihak terkait.
“Kami meminta solusi terbaik agar sawah kami tidak terus dijarah kawanan babi hutan. Kepada Perbakin maupun Perhutani, kami mohon bantuannya. Kami hanya petani kecil, dan padi ini satu-satunya harapan kami,” tegasnya.***
