Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Warga Kampung Jantake Desa Sasagaran Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, kini bernapas lega, menyusul diperbaikinya Jembatan Gantung Jantake yang merupakan akses keluar di kampung tersebut.
Jembatan sepanjang 35 meter yang sebelumnya bolong-bolong dan licin, perbaikannya langsung dilakukan Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo bersama jajarannya.
Diketahui bahwa jembatan tersebut diketahui menjadi akses vital penghubung Desa Sasagaran dengan Desa Buniwangi, Kecamatan Gegerbitung.
Jembatan ini menjadi jalur utama aktivitas warga serta pelajar dari Gegerbitung menuju sekolah setiap harinya di Kebonpedes. Sementara itu warga yang berada di Kebonpedes menggunakannya untuk bertani di wilayah Gegerbitung.
Warga setempat, Ahmad (45) menyampaikan kondisi jembatan sebelumnya amat memprihatinkan. Walaupun rangka besinya masih terlihat kokoh, bagian alas pijakan sudah lama rusak.
“Jembatannya memang dari besi, tapi alasnya sudah banyak yang rusak, bahkan ada yang bolong. Jadi kalau lewat harus ekstra hati-hati,” ujarnya, dikutip Kamis 7 Mei 2026.
Menurut Ahmad, keadaan jembatan tersebut membahayakan warga yang melintasi, terutama disaat membawa hasil pertanian maupun anak-anak yang akan pergi ke sekolah dan juga mempunyai risiko tinggi disaat pada malam hari atau musim hujan.
“Kalau malam atau hujan, lebih berbahaya karena licin serta gelap. Kadang warga harus bergantian saat melintas supaya lebih aman,” tuturnya.
Atas perbaikan jembatan ini dirinya mengaku sangat bersyukur, serta ia juga sangat berharap agar jembatan ini bisa kembali layak pakai dan aman digunakan selamanya.
“Kami sangat berterima kasih. Semoga setelah diperbaiki, aktivitas warga jadi lebih lancar,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo memberitahukan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Jantake merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat,” ujarnya.
Secara tegas ia mengatakan, bahwa jembatan tersebut memiliki peran sangat penting dalam menunjang seluruh aktivitas warga sehari-hari, mulai dari pendidikan hingga perekonomian.
“Jembatan ini adalah urat nadi kehidupan warga, yang menghubungkan aktivitas pendidikan, pekerjaan, dan perekonomian masyarakat,” katanya.
Perbaikan jembatan ini juga menjadi suatu bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, sebagai komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat.
“Melalui revitalisasi ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman, tanpa rasa khawatir,” ucap Kapolres.
Kapolres pun berharap keberadaan jembatan yang lebih layak nantinya dapat memperlancar semua distribusi hasil bumi dan mendorong pertumbuhan ekonomi warga. (Andi)


