Jembatan Penghubung Dua Desa di Warungkiara Hanyut Disapu Arus Cicareuh, Ribuan Warga Terisolasi

Prima Arno Meidiandi
2 Min Read

Kabupaten Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM — Jembatan darurat yang menghubungkan Desa Tarisi dan Desa Bantargadung di Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, ambruk dan hanyut tersapu derasnya arus Sungai Cicareuh pada Kamis sore, 20 November 2025. Jembatan berbahan bambu dan kayu yang dibangun secara swadaya warga itu tidak mampu menahan luapan banjir yang juga merendam permukiman di sekitar aliran sungai.

Putusnya jembatan membuat ribuan warga kehilangan akses utama menuju pusat kecamatan maupun desa-desa sekitar. Kepala Desa Tarisi, Sutendi, tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya atas dampak luas yang ditimbulkan.

“Ini satu-satunya akses warga dari Tarisi ke Bantargadung dan ke kecamatan. Jembatan ini sangat vital untuk aktivitas sehari-hari,” ujarnya saat ditemui Jumat, 21 November 2025.

Jembatan darurat itu dibangun setelah jembatan utama Tarisi–Bantargadung ambruk dihantam material longsor pada 2024.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Disperkim telah memulai pembangunan jembatan permanen pengganti dengan target rampung dalam 120 hari. Namun, hingga kini progres baru mencapai sekitar 50 persen.

Akibat ambruknya jembatan sementara, warga kini terpaksa memutar jauh melewati tiga desa—Hegarmanah, Bantarkalong, dan Sirnajaya. Perjalanan darat dengan kendaraan bisa memakan waktu tambahan hingga satu jam.

Kondisi ini memperberat aktivitas harian warga, terutama mobilitas ekonomi seperti distribusi hasil pertanian, akses anak sekolah, hingga kebutuhan pelayanan publik dasar.

Sutendi berharap pemerintah daerah mempercepat pembangunan jembatan permanen. “Ini urat nadi perekonomian warga. Sudah lebih dari setahun akses terganggu, kami berharap pembangunan bisa dipercepat,” katanya.***

Share This Article
Leave a comment