TELUSURBISNIS.COM – Jual rumah itu tak semudah yang dibayangkan. Banyak orang mengira cukup pasang papan “Dijual” di depan rumah, lalu menunggu pembeli datang. Padahal, untuk menarik minat calon pembeli, dibutuhkan strategi yang lebih matang.
Mulai dari memastikan rumah dalam kondisi prima, penataan interior yang menarik, hingga memperhatikan kebersihan dan kesan pertama saat orang melihat rumah Anda. Rumah yang terlihat rapi, terang, dan terawat akan lebih cepat mencuri perhatian dibanding yang dibiarkan seadanya.
Selain itu, promosi juga memegang peranan penting. Mengandalkan satu cara saja, misalnya hanya melalui media sosial atau agen properti, seringkali kurang efektif. Gabungkan berbagai saluran, foto berkualitas tinggi, tur virtual, iklan online, hingga jaringan pribadi, agar jangkauan promosi lebih luas.
Jangan lupa menonjolkan keunggulan rumah Anda, seperti lokasi strategis, fasilitas terdekat, atau desain unik yang bisa jadi nilai jual lebih.
Yang terakhir, pelayanan profesional bisa menjadi faktor penentu. Respons cepat terhadap pertanyaan calon pembeli, kemampuan menjelaskan keunggulan rumah dengan meyakinkan, hingga kesigapan menangani negosiasi harga bisa membuat pembeli merasa nyaman dan percaya.
Dengan persiapan matang, promosi yang tepat, dan pelayanan profesional, peluang rumah Anda cepat terjual dengan harga terbaik akan meningkat signifikan. Intinya, menjual rumah itu soal strategi, bukan sekadar keberuntungan.
Strategi Pemasaran Perumahan
1. Tampilkan Rumah dengan Kondisi Terbaik
Sebelum memasarkan, pastikan rumah dalam kondisi prima. Bersihkan setiap sudut, rapikan taman, dan perbaiki kerusakan kecil seperti keran bocor atau cat yang mengelupas. Rumah yang rapi dan bersih memberikan kesan positif dan meningkatkan nilai jual di mata calon pembeli.
2. Gunakan Foto Berkualitas Tinggi
Di era digital, foto adalah senjata utama. Ambil gambar rumah dari berbagai sudut dengan pencahayaan yang baik. Jika perlu, gunakan jasa fotografer profesional. Foto yang menarik membuat orang penasaran dan lebih mungkin menghubungi Anda untuk melihat rumah secara langsung.
3. Tentukan Harga yang Realistis
Harga adalah faktor penentu cepat atau lambatnya rumah laku. Lakukan riset harga rumah di lingkungan sekitar dan sesuaikan dengan kondisi rumah Anda. Hindari menaruh harga terlalu tinggi karena bisa membuat calon pembeli enggan, tetapi jangan terlalu rendah sehingga merugikan.
4. Manfaatkan Platform Online
Pasarkan rumah di portal properti populer, media sosial, dan grup jual beli lokal. Buat deskripsi rumah yang jelas, lengkap, dan menarik. Sertakan keunggulan rumah, seperti dekat sekolah, fasilitas umum, atau akses transportasi yang mudah.
5. Gunakan Strategi Open House atau Virtual Tour
Menyelenggarakan open house memberi kesempatan calon pembeli melihat rumah langsung. Jika target pasar lebih luas, buat virtual tour atau video walkthrough yang bisa diakses secara online. Ini meningkatkan kesempatan rumah Anda dilihat lebih banyak orang.
6. Libatkan Agen Properti Profesional
Agen properti memiliki jaringan luas dan pengalaman dalam menegosiasikan harga. Mereka bisa membantu Anda menemukan pembeli potensial lebih cepat dan mengurus proses administrasi sehingga lebih mudah dan aman.
7. Perkuat Nilai Tambah Rumah
Tunjukkan keunggulan rumah yang unik, seperti desain modern, halaman luas, atau suasana lingkungan yang nyaman. Fitur tambahan seperti sistem keamanan, garasi, atau renovasi terbaru bisa menjadi alasan kuat bagi calon pembeli untuk memilih rumah Anda dibandingkan rumah lain.
8. Bersikap Fleksibel dan Responsif
Calon pembeli menghargai penjual yang mudah dihubungi dan bersikap terbuka untuk negosiasi. Respons cepat terhadap pertanyaan atau permintaan kunjungan dapat meningkatkan peluang rumah cepat terjual. (*)

