Kakek Hilang 6 Hari di Hutan Angker Kisodra Sukabumi, Ditemukan Lemas

Prima Arno Meidiandi
5 Min Read
Seorang pria lanjut usia bernama Maman (72) ditemukan selamat setelah enam hari hilang secara misterius di Leuweung Kisodra

Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Seorang pria lanjut usia bernama Maman (72) ditemukan selamat setelah enam hari hilang secara misterius di Leuweung Kisodra — sebuah kawasan hutan di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi yang selama ini lekat dengan cerita-cerita ganjil di kalangan warga setempat. Maman ditemukan pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 11.30 WIB dalam kondisi sangat lemah dan tak mampu berkata-kata, tergeletak di tepi sungai jauh di dalam hutan.

Kepala Desa Sukajaya, Ade Firman, membenarkan peristiwa tersebut dan memastikan Maman ditemukan dalam keadaan masih hidup, meski kondisi fisiknya mengkhawatirkan.

“Alhamdulillah sudah ketemu. Tadi siang kondisinya belum bisa ditanya karena masih lemas, kemungkinan belum makan dan minum selama hilang,” ujar Ade Firman kepada media, Rabu (8/4/2026).

Berawal dari Perjalanan Singkat yang Tak Kembali

Kisah ini dimulai pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Maman, seorang petani warga Kampung Cijulang RT 018/008, Desa Sukajaya, berpamitan kepada keluarga dengan tujuan sederhana — mengambil kue untuk hajatan pernikahan anaknya di Kampung Nagrak, Desa Ciwalat.

Seperti biasa, ia memilih jalur pintas yang lazim dilalui warga: menyusuri pematang sawah, lalu masuk ke dalam hutan rakyat yang dikenal dengan nama Leuweung Kisodra. Jarak tempuh terasa tidak jauh. Hutan itu hanya sekitar tiga kilometer dari rumahnya.

Namun Maman tak pernah sampai ke tujuan.

Waktu terus berjalan. Azan Jumat berkumandang, sore datang, malam tiba — Maman tidak kunjung pulang. Kekhawatiran keluarga mencapai puncaknya ketika mereka mendatangi rumah saudara Maman di Desa Ciwalat, tempat yang harusnya ia tuju, dan mendapati kenyataan pahit.

“Biasanya kalau ke sana sebentar, namun sampai sore tak kunjung tiba,” ucap salah satu warga dengan nada cemas.

Saudara Maman menyatakan tidak pernah melihat kedatangannya sama sekali.

Enam Hari Pencarian, Siang dan Malam

Kabar hilangnya Maman menyebar cepat. Aparat desa, warga, dan keluarga bergerak serentak melakukan pencarian, menyisir setiap jalur yang mungkin dilalui — dari pematang sawah hingga ke dalam rimbunnya hutan.

Pencarian berlangsung pagi hingga malam tanpa henti selama hampir sepekan. Tidak ada jejak yang ditemukan. Keputusasaan mulai menyelimuti tim pencari.

Di tengah situasi itu, warga meminta bantuan seorang tokoh spiritual untuk mencoba menelusuri arah yang tak kasat mata. Berdasarkan petunjuk yang didapat, arah pencarian akhirnya mengerucut ke sebuah aliran sungai di dalam kawasan hutan.

Intuisi itu terbukti. Maman ditemukan di tepi sungai tersebut — di lokasi yang sangat terpencil, sekitar satu kilometer dari permukiman terdekat dan hampir tiga kilometer dari rumahnya sendiri.

Kondisinya membuat semua yang hadir terdiam. Tubuh Maman tergeletak lemas, setengah sadar, tanpa mampu mengucapkan sepatah kata pun. Fisiknya tampak digerogoti kelelahan yang luar biasa, seolah enam hari tanpa makanan dan minuman merenggut hampir seluruh tenaganya.

“Ditemukan di sisi walungan (sungai), kondisinya sudah sangat lemah, seperti orang kelelahan berat,” ungkap warga yang ikut dalam pencarian.

Leuweung Kisodra: Hutan yang Menyimpan Kisah Lintas Generasi

Bagi warga Pabuaran, Kisodra bukan sekadar hamparan pepohonan biasa. Kawasan hutan ini sudah lama menyandang reputasi sebagai tempat yang kerap membuat orang tersesat — dan cerita tentang kejadian-kejadian ganjil di dalamnya terus hidup dari generasi ke generasi.

“Dari dulu memang banyak yang bilang kalau hutan itu sering bikin orang nyasar. Ada saja kejadian aneh,” kata warga.

Nama “Kisodra” sendiri konon berasal dari seorang jawara pada masa kolonial Belanda yang dikenal sebagai penangkap kerbau liar. Menurut cerita turun-temurun, suatu malam sang jawara berhadapan dengan seekor macan di dalam hutan itu. Pertarungan sengit terjadi hingga kakinya terjepit di rumpun bambu. Ia tewas dalam kondisi mengenaskan dan dimakamkan di kawasan tersebut.

Sejak saat itu, Kisodra bukan sekadar hutan. Ia menjadi ruang yang menyimpan jejak ketakutan, misteri, dan cerita yang tak pernah benar-benar usai.

Kini Maman sudah ditemukan. Rasa syukur memenuhi desa. Namun pertanyaan yang belum terjawab tetap menggantung — apa yang sebenarnya terjadi selama enam hari Maman berada sendirian di dalam hutan itu? (Andi)

Share This Article
Leave a comment