Karawang Masuk Proyek Strategis Nasional, 4 Ribu Tambak Siap Direvitalisasi untuk Budidaya Nila Salin

Bayu Hidayah
3 Min Read

Karawang, TELUSURBISNIS.COM – Kabupaten Karawang resmi ditetapkan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor ekonomi biru. Melalui program revitalisasi tambak pantura yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Karawang dipilih menjadi salah satu lokasi prioritas pengembangan budidaya nila salin berkelanjutan.

Revitalisasi ini tak main-main. Total 1.365 kolam tambak dan 1.339 kolam pembibitan di enam kecamatan pesisir akan dibenahi dengan luasan mencapai 6.979,51 hektare. Sebagian besar tambak berada di area non-hutan, dengan sisanya merupakan lahan usulan milik Perhutani.

“Karawang masuk dalam daftar empat kabupaten prioritas bersama Bekasi, Subang, dan Indramayu. Total tambak yang akan direvitalisasi di kawasan ini secara keseluruhan mencapai 20.413 hektare,” ungkap Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Karawang, Nur Ridwan Solihin.

Dorong Ekonomi Lokal dan Tangani Abrasi

Program revitalisasi tak hanya fokus pada infrastruktur budidaya, tapi juga mendorong tumbuhnya ekosistem industri perikanan dari hulu ke hilir—mulai dari pembibitan, pengolahan hasil panen, hingga pengemasan. Termasuk pula, rehabilitasi lingkungan pesisir yang selama ini terdampak abrasi parah.

“Proyek ini akan membuka lapangan kerja luas, memperkuat ketahanan pangan, dan membangun rantai nilai perikanan yang lebih tangguh. Rencananya akan dibangun 2.730 hektare kolam budidaya dan 334 hektare kolam nursery, dilengkapi infrastruktur seperti saluran air, IPAL, dan kawasan industri pengolahan,” jelas Ridwan.

Secara nasional, proyek ini menargetkan produktivitas hingga 144 ton per hektare per tahun, dengan dua siklus panen. Total produksi diprediksi menyentuh 1,18 juta ton ikan nila salin, menghasilkan nilai ekonomi mencapai Rp30,65 triliun, serta menyerap 119.100 tenaga kerja.

Mulai 2026, Panen Perdana Ditargetkan Agustus

Tahapan proyek dimulai pada akhir 2025 dengan persiapan lahan dan teknis. Pembangunan fisik akan digelar mulai Januari 2026 dan ditarget rampung pada Desember 2027. Beberapa tambak diproyeksikan sudah bisa panen perdana pada Agustus 2026.

“Sosialisasi kepada masyarakat pesisir terus dilakukan. Mereka merespon positif, apalagi ada rencana penanaman mangrove dan program lingkungan lainnya yang akan digerakkan bersama,” kata Ridwan.

Mendukung Agenda Nasional 2025–2029

Program revitalisasi tambak pantura ini menjadi bagian dari Prioritas Nasional (PN 2) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Proyek ini menyasar penghapusan kemiskinan ekstrem, penurunan stunting, serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs).

Tak hanya KKP, program ini juga melibatkan dukungan lintas kementerian dan lembaga seperti Kementerian Keuangan, Bappenas, Kemendagri, serta kolaborasi dengan BUMN, pelaku usaha, hingga masyarakat lokal. ***

 

 

Share This Article
Leave a comment