Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Sebuah rumah panggung milik warga di Kampung Ci Pandan RT 042/010, Desa Cicarap, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, habis dilalap api pada Senin, 6 April 2026, sekitar pukul 11.12 WIB. Bangunan berukuran 8×12 meter milik Aef (63 tahun) itu hangus seluruhnya tanpa menyisakan apapun.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini, namun satu kepala keluarga yang terdiri dari dua jiwa terpaksa kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lapangan, kebakaran ini diduga bermula dari korsleting listrik yang memicu percikan api. Percikan kecil itu kemudian berkembang menjadi kobaran api besar yang dengan cepat menjalar ke seluruh struktur bangunan.
Kondisi rumah yang kosong saat kejadian menjadi faktor yang memperparah situasi. Tidak ada yang bisa mendeteksi api sejak dini dan mengambil tindakan pencegahan awal sebelum api membesar.
Hendra Gunawan dari TAGANA Kecamatan Ciracap mengungkapkan detail situasi saat kejadian berlangsung. Pemilik rumah, Aef, kebetulan sedang tidak berada di lokasi ketika api mulai berkobar.
“Posisi rumah saat itu kosong sebab pemiliknya sedang berada di kebun. Sehingga api dengan cepatnya membesar serta menghanguskan seluruh bangunan,” ucapnya kepada media.
Ketiadaan penghuni di dalam rumah menjadi faktor utama mengapa api bisa merambat begitu cepat ke seluruh bagian bangunan tanpa ada upaya pemadaman dini dari dalam.
Rumah panggung dengan konstruksi kayu yang umum di wilayah pedesaan Sukabumi memang sangat rentan terhadap rambatan api yang cepat begitu sumber panas tidak segera ditangani.
Meski kerugian material sangat besar, kabar baiknya adalah tidak ada nyawa yang melayang dalam insiden ini. Hendra memastikan kondisi tersebut secara tegas.
“Untuk korban nihil, baik meninggal dunia maupun luka. Namun seluruh bangunan rumah habis terbakar,” tambahnya.
Akibat musibah ini, Aef bersama satu anggota keluarganya, total dua jiwa dalam satu kepala keluarga kini tidak lagi memiliki tempat bernaung dan harus mengungsi sementara.
Seluruh isi bangunan ikut hangus, termasuk kemungkinan besar seluruh barang berharga dan dokumen penting milik keluarga.
Cuaca saat kejadian dilaporkan dalam kondisi cerah berawan bukan hujan yang bisa membantu memadamkan api secara alami, namun juga tidak ada angin kencang yang bisa mempercepat penyebaran ke bangunan lain di sekitarnya.
TAGANA dan Pemerintah Desa Bergerak Cepat ke Lokasi
Begitu informasi kebakaran tersebar, sejumlah pihak langsung merespons dan bergerak menuju lokasi kejadian. Tim TAGANA Ciracap, pemerintah desa setempat, serta warga sekitar turun tangan memberikan bantuan dan dukungan di lapangan.
Penanganan tidak berhenti pada pemadaman saja. TAGANA Ciracap melakukan serangkaian langkah lanjutan yang mencakup:
- Koordinasi dengan pemerintah desa, P2BK (Pusat Pengendalian dan Pemberdayaan Kemasyarakatan), serta unsur Forkopimcam (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan)
- Asesmen lapangan untuk mendata kerugian dan kebutuhan korban secara akurat
- Penyampaian imbauan kepada masyarakat sekitar agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran terutama yang bersumber dari instalasi listrik
Saat ini, keluarga Aef membutuhkan bantuan segera untuk memenuhi kebutuhan dasar pascabencana. Berdasarkan asesmen awal TAGANA, kebutuhan mendesak yang teridentifikasi meliputi:
- Pakaian layak pakai
- Kasur dan perlengkapan tidur
- Tenda darurat
- Bahan makanan
- Perlengkapan mandi dan kebersihan diri
- Kebutuhan harian lainnya pascakejadian
Daftar kebutuhan ini masih bersifat awal dan akan berkembang seiring proses asesmen yang lebih mendalam di lapangan.
Hendra menegaskan bahwa seluruh informasi yang beredar saat ini masih merupakan data awal yang dapat berubah seiring perkembangan situasi di lapangan. (Andi)


