Kepala Sekolah yang Nekat Gelar Study Tour Bersiap Dicopot! Gubernur Jabar Tegaskan Ini

Bayu Hidayah
2 Min Read

Bandung, TELUSURBISNIS.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengeluarkan ultimatum keras kepada seluruh kepala sekolah di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa siapa pun yang nekat menyelenggarakan study tour meski sudah dilarang, bakal langsung dicopot dari jabatannya.

Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Jabar Nomor 45/PK.03.03/KESRA. Menurut Dedi, study tour yang selama ini dijalankan sekolah-sekolah telah melenceng jauh dari hakikatnya sebagai kegiatan pendidikan dan penelitian.

“Saya sudah tanya kepala daerahnya, seperti Wali Kota Bogor, Cirebon. Mereka paham. Makanya saya tegaskan, study tour itu harus sesuai maknanya, bukan dalih untuk wisata,” ujar Dedi dalam pernyataannya di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin 28 Juli 2025.

Menurut Dedi, banyak sekolah menyalahgunakan istilah study tour sebagai kedok untuk menggelar acara jalan-jalan. Hal itu dinilainya sebagai bentuk pembodohan publik.

“Demo dari pengusaha travel dan pengelola bus pariwisata itu justru menunjukkan bahwa selama ini study tour dimaknai sebagai wisata massal, bukan pendidikan. Ini jelas menyesatkan siswa dan orang tua,” tegasnya.

Dedi mendorong agar kegiatan belajar di luar kelas tetap dilakukan, namun cukup di daerah masing-masing. Ia menyebut hampir semua kabupaten/kota di Jabar sudah punya laboratorium, lahan pertanian, hingga kawasan industri yang bisa jadi bahan penelitian langsung bagi pelajar.

“Setiap kabupaten punya sawah, puskesmas, bahkan pusat industri. Itu semua bisa jadi lokasi study analysis. Tak perlu jauh-jauh ke luar kota,” ujarnya.

Gubernur juga menyoroti adanya kepala daerah yang mengizinkan “perjalanan siswa” di tengah larangan study tour. Menurutnya, ini perlu diluruskan.

“Kalau piknik ya silakan, tapi jangan dibungkus seolah-olah kegiatan pendidikan. Kalau mau piknik, bukan sekolah yang menyelenggarakan. Biar saja secara mandiri oleh orang tua,” tandasnya.

Dedi menutup pernyataannya dengan mengingatkan kembali definisi mendasar dari study tour dan piknik. Study tour harus berisi pengamatan, riset, dan pembelajaran. Sementara piknik murni hiburan tanpa muatan edukatif.

“Jangan sampai sekolah membodohi siswa dan orang tuanya dengan kamuflase kegiatan wisata atas nama pendidikan. Kalau melanggar, kepala sekolahnya saya copot!”

 

 

 

Share This Article
Leave a comment