Ketua Komisi II DPRD Sukabumi Soroti Tambang Ilegal, Diduga Jadi Pemicu Banjir di Cisolok

Prima Arno Meidiandi
2 Min Read

Kabupaten Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamzah Gurnita, angkat bicara terkait bencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Cisolok pada Senin sore (27/10/2025). Ia menilai, musibah tersebut tidak lepas dari dugaan aktivitas tambang ilegal yang berpotensi menjadi salah satu pemicu utama.

Menurut Hamzah, kondisi tata ruang di Kabupaten Sukabumi saat ini sudah jauh dari kata ideal dan cenderung semrawut. Situasi tersebut, katanya, membuka ruang bagi maraknya pelanggaran lingkungan, termasuk aktivitas tambang tanpa izin yang dapat merusak alam serta mengancam keselamatan warga.

“Ini catatan penting bagi saya. Tata ruang di Kabupaten Sukabumi sudah sangat amburadul dan tidak sesuai dengan ketentuan. Jika benar ada aktivitas tambang emas ilegal di kawasan itu, aparat penegak hukum harus segera bertindak tegas, karena dampaknya besar bagi masyarakat yang tidak tahu apa-apa,” ujar Hamzah saat dikonfirmasi, Jumat (31/10/2025).

Hamzah menambahkan, bencana serupa bukan kali pertama terjadi di wilayah selatan Sukabumi. Ia menilai lemahnya pengawasan dan penegakan aturan menjadi faktor utama berulangnya peristiwa tersebut.

“Tahun lalu, di daerah Simpenan juga terjadi hal yang sama, dan kini terulang di Cisolok. Ini bukti lemahnya pengawasan terhadap tata kelola lingkungan dan pertambangan di daerah. Jangan sampai bencana seperti ini terus berulang hanya karena kelalaian dan pembiaran,” tegasnya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga menanggapi pernyataan anggota DPR RI Kang Dedi Mulyadi yang sebelumnya menyoroti kerusakan alam di Sukabumi. Hamzah mengaku sepakat dengan pandangan tersebut dan mendorong adanya langkah konkret dari seluruh pemangku kebijakan, termasuk pemerintah provinsi.

“Saya memohon kepada Bapak Gubernur Jawa Barat agar segera turun tangan dan duduk bersama DPRD untuk membahas regulasi yang jelas serta langkah tegas memperbaiki kondisi alam Sukabumi,” ucapnya.

Hamzah menutup pernyataannya dengan seruan agar semua pihak bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan.

“Sudah saatnya kita berbenah. Sukabumi ini tanah yang diberkahi, jangan dirusak hanya karena kepentingan segelintir orang. Mari kita jaga alam agar tetap lestari dan membawa keberkahan bagi masyarakat,” pungkasnya.

 

Share This Article
Leave a comment