TELUSURBISNIS.COM – Binance, crypto exchange terbesar dunia berdasarkan volume perdagangan, kembali menjadi sorotan setelah membuka voting komunitas untuk listing Pi Network (PI).
Langkah ini memicu perdebatan sengit di kalangan pengguna dan pakar industri. Meskipun 85% pemilih mendukung listing Pi Network, keputusan ini tetap menuai kritik pedas.
Pada 17 Februari, Binance meluncurkan Binance Community Vote untuk Pi Network, sebuah acara polling yang memberikan kesempatan kepada pengguna untuk menyuarakan pendapat mereka tentang penambahan token PI ke platform.
Pemungutan suara ini berakhir pada 27 Februari, hanya sehari sebelum peluncuran mainnet Pi Network. Hasilnya cukup mengejutkan: mayoritas besar, yakni 85%, mendukung listing Pi Network. Namun, dukungan ini tidak serta-merta menghilangkan kekhawatiran yang muncul.
Colin Wu, pendiri Wu Blockchain, adalah salah satu pihak yang mengkritik keputusan Binance. Menurutnya, langkah ini mencerminkan prioritas yang salah dari platform tersebut. “Saya pikir OKX sudah bermain dengan risiko, tapi Binance melangkah lebih jauh dengan PI,” ujar Wu.
Ia menilai bahwa fokus Binance pada peningkatan lalu lintas dan pendaftaran pengguna melalui token berisiko tinggi seperti Pi Network mengorbankan tanggung jawab utama mereka dalam menjaga keamanan dan reputasi industri.
Wu juga menyoroti dampak potensial bagi komunitas berbahasa Cina, yang ia sebut sangat rentan. “Binance adalah infrastruktur penting di industri ini—seharusnya lebih fokus pada keamanan daripada mengejar traffic,” tambahnya. Kritik serupa bukanlah hal baru bagi Binance.
Mantan CEO Changpeng Zhao (CZ) pernah mengakui bahwa proses listing di platform tersebut “sedikit rusak.” Saat ini, ada 398 koin yang terdaftar di Binance, beberapa di antaranya juga menuai kontroversi.
Meski demikian, Binance mencoba meredam kritik dengan menegaskan bahwa hasil voting hanya bersifat referensi. Evaluasi internal akan menentukan apakah Pi Network benar-benar layak untuk listing.
Selain itu, platform juga menyatakan bahwa suara dari wilayah tertentu, termasuk daratan Cina, tidak akan dihitung sebagai sah. “Suara yang tidak memenuhi kriteria kelayakan atau melanggar syarat dan ketentuan akan dikeluarkan dari penghitungan akhir,” bunyi pernyataan resmi Binance.
Namun, skeptisisme terhadap Pi Network tetap tinggi. Beberapa pakar industri memperingatkan bahwa proyek ini memiliki risiko hukum yang signifikan. Meskipun beberapa exchange terpusat lainnya telah mengumumkan listing token PI, banyak yang masih ragu tentang legitimasi dan keamanannya.
Keputusan Binance untuk melibatkan komunitas dalam proses listing Pi Network memang menciptakan diskusi panas. Di satu sisi, dukungan besar dari pemilih menunjukkan antusiasme pasar.
Namun, di sisi lain, risiko hukum dan keamanan tetap menjadi ancaman serius. Apakah Binance akan melanjutkan listing Pi Network meski kritik terus berdatangan? Jawabannya masih harus ditunggu.
Satu hal yang pasti, langkah ini bisa menjadi ujian besar bagi Binance dalam menjaga keseimbangan antara inovasi dan tanggung jawab terhadap komunitas global. (*)
