Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Dua korban kecelakaan lalu lintas antara ambulans milik Baznas Kabupaten Sukabumi dan sebuah mobil pick up di Kampung Pasirgabig, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, masih menjalani perawatan di RSUD Sekarwangi hingga Rabu (8/4/2026). Salah satu korban, seorang remaja berusia 14 tahun, dinyatakan mengalami patah tulang kaki kanan.
Humas RSUD Sekarwangi, Bram, membenarkan bahwa saat ini terdapat dua pasien yang masih dirawat akibat insiden tersebut. Keduanya merupakan penumpang mobil pick up yang terlibat dalam tabrakan itu.
“Untuk korban yang dirawat ada dua orang, atas nama Risman dan Rival,” ucapnya.
Korban pertama, Risman (26), warga Kampung Citemem RT 7/2, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar. Saat kecelakaan terjadi, ia duduk di bagian kiri kendaraan sebagai kenek.
Risman masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sekarwangi sekitar pukul 15.00 WIB. Berdasarkan data medis, ia mengalami luka-luka dan masih dalam proses perawatan.
Korban kedua adalah RVL (14), beralamat sama dengan Risman di Desa Bojongkembar. Ia tercatat masuk IGD sekitar pukul 15.30 WIB setelah duduk di bagian tengah kendaraan pick up saat tabrakan terjadi.
Kondisi RVL lebih serius dibanding korban lainnya. Pemeriksaan medis menunjukkan adanya fraktur pada kaki kanannya.
“Rival mengalami patah tulang kaki kanan, saat ini masih dalam perawatan,” ucapnya.
Sementara itu, sopir pick up bernama Erwin (33), warga Cihonje RT 1/1, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, masuk IGD bersamaan dengan RVL. Setelah mendapat penanganan medis, Erwin diizinkan pulang.
Nasib berbeda dialami sopir ambulans Baznas. Ia mengalami luka ringan dan sempat dibawa ke klinik terdekat untuk mendapat penanganan awal.
Kecelakaan ini terjadi pada Selasa (7/3/2026) sekitar pukul 14.16 WIB. Dua kendaraan yang terlibat adalah mobil pick up berpelat F 8242 UT dan ambulans Baznas berpelat F 9916 SC.
Kronologi kejadian bermula ketika ambulans berupaya menghindari dua sepeda motor dari arah berlawanan. Manuver menghindar tersebut memaksa sopir ambulans membanting setir ke kanan.
Naas, di jalur kanan sudah ada mobil pick up yang melaju. Tabrakan tak bisa dihindari.
Muatan pick up saat kejadian cukup berat. Kendaraan tersebut mengangkut sekitar 120 karung sekam, setara kurang lebih satu ton beban.
Beban muatan yang besar turut berkontribusi pada tingkat kerusakan dan dampak benturan yang dialami penumpang. Posisi RVL di tengah kendaraan membuatnya berada di titik paling rentan saat tabrakan terjadi.
Peristiwa ini mencerminkan tingginya risiko keselamatan di ruas jalan yang kerap dilalui kendaraan berat maupun ambulans yang beroperasi dalam kondisi darurat. Manuver mendadak di jalan yang sempit dapat berujung pada konsekuensi serius.
Penyelidikan dan penanganan pasca-kecelakaan terus berjalan. Kondisi seluruh korban dipantau oleh tim medis RSUD Sekarwangi. (Andi)


