Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Pencarian korban terakhir terseret ombak di Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, membuahkan hasil.
Korban atas nama Acep (26) berhasil ditemukan nelayan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Selasa 24 Maret 2026, pagi.
Kapolsek Ciracap AKP Taufick Hadian, memberitahukan bahwa jasad korban ditemukan sekitar pukul 07.00 Wib, di perairan spot Tenda Biru, kawasan hutan lindung Desa Ujunggenteng.
“Korban ditemukan oleh nelayan yang baru pulang melaut, tidak jauh dari lokasi awal kejadian tenggelam,” tutur AKP Taufick kepada awak media.
Korban warga Kampung Panyaguan, Desa Kalibunder, Kecamatan Kalibunder. Berdasarkan kronologi kejadian, saat itu Acep sedang memancing memperlihatkan aksinya yang heroik untuk mencoba menolong dua orang wisatawan lain (ayah dan anak) yang sedang terseret arus.
Akan tetapi nahas, dikarenakan derasnya arus bawah laut di Pantai Alor Cilangkob, Tenda biru, malah menyeretnya hingga hilang tenggelam.
Setibanya di daratan, tim medis dari Puskesmas Ciracap langsung melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah di lokasi evakuasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Proses evakuasi dilakukan secara kolaboratif oleh unsur gabungan yang terdiri dari Polsek Ciracap, Pos TNI AL, Satpolairud, Tim SAR (Basarnas/Sarda), P2BK, Polsus KKP, hingga rukun nelayan setempat.
Berikut adalah data lengkap ketiga korban.
1. Abdul Tafsir (7) Pelajar, warga Desa Sukamanah, Cimanggu (Ditemukan Senin siang).
2. Abduloh (27 tahun): Wiraswasta, warga Desa Sukamanah, Cimanggu (Ditemukan Senin sore).
3. Acep (26 tahun): Wiraswasta, warga Desa Kalibunder.
Selanjutnya pihak dari kepolisian kembali memberikan imbauan keras kepada masyarakat dan wisatawan untuk selalu waspada saat beraktivitas di bibir pantai.
Karakteristik gelombang laut selatan Sukabumi yang memiliki arus balik (rip current) sangat berbahaya, bahkan bagi mereka yang memiliki kemampuan berenang sekalipun. (Andi)


